DKP Bertemu BPOM Terkait Temuan Ikan Yang Diduga Terkena Parasit di Manokwari

FOTO : Pertemuan DKP dan BPOM//AM
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Guna menindaklanjuti penemuan ikan yang diduga terkena parasit di Manokwari. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menggelar pertemuan dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari, Senin (09/12/2019).
Pertemuan yang dilaksanakan di aula BPOM dihadiri oleh DKP Provinsi Papua Barat, DKP Manokwari, Karantina Ikan, LPPMHP Manokwari.
Kepala Bidang Perikanan DKP Kabupaten Manokwari, Dedi Hariana mengatakan, sampel ikan yang diduga terkena parasit itu sudah diserahkan kepada dinas untuk di periksa di laboratorium.
“Ikan sudah diserahkan kepada untuk ditindak lanjuti. Tapi untuk hasil laboratoriumnya belum ada Kita juga sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Barang bukti (BB) ikan tersebut akan diuji di lewat mikrobiologi,”kata Dedi Hariana, Kabid Perikanan DKP Manokwari kepada wartawan, Senin (09/12/2019).
DKP Bertemu BPOM Terkait Temuan Ikan yang diduga terkena parasit di Manokwari
Setelah rapat, dia menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Karantina Ikan, Pengawasan Provinsi, Laboratorium LPPMHP Papua Barat, dan BPOM.
“Uji sampel ikan ini membutuhkan proses selama 5 sampai 6 hari untuk melihat hasilnya seperti apa, karena secara visual kami belum bisa menentukan,”terangnya.
Menurutnya, untuk memastikan jenis bakteri yang terpapar di Ikan segar tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang untuk meneliti. Maka hasilnya tidak bisa cepat.
“Sambil menunggu hasil uji laboratorium itu ada beberapa langkah yang kami ambil, mungkin dari pihak pengawasan dan LPPMHP sendiri akan melakukan investigasi karena ada beberapa faktor yang harus kita lihat terutama lingkungannya. Kita akan turun kelapangan ketemu dengan penjualnya, pelakunya biar lebih detail karena kiya tidak bisa ambil sepotong-potong,”katanya.
Ditambahkannya, kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi, tetapi mungkin tidak diketahui.
“Banyak juga terjadi selain di ikan ada juga di daging. Memang ada dugaan-dugaan awal kita seperti apa? bagaimna? sehingga kita bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat manokwari, penjual, konsumen untuk menjalani proses yang ada,”bebernya.
FOTO : Ikan yang ditemukan warga//AM
Berikutnya Lucia Haryanti Daud, Penangggung Jawab Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (PMKHP) Sorong, wilayah Kerja Manokwari menghimbau agar masyarakat tidak perlu takut mengkonsumsi ikan dengan kejadian tersebut.
“Kami tidak akan tinggal diam, kita akan mencari solusinya seperti apa, penyelesaiannya seperti apa tapi semua itu butuh proses,”katanya.
Dia mengemukakan, uji laboratorium tidak segampang yang dipikirkan semua itu ada proses dan waktu. Maka diharapkan kepada masyarakat agar tidak khawatir.
Sementara Kepala Seksi Pengawas DKP Papua Barat, Alfred Fonataba menambahkan mengatakan, pihak telah membentuk tim kecil.
“Langkah utama kita dengan mencari tahu asal mula ikan ini ditangkap sampai keluar di media sosial itu kita akan telusuri, agar kita bosa tau asalnya dari mama dan kenapa sampai begini,”kata dia.
Dirinya juga menghimbau kepada para penjual ikan di Manokwari untuk menjual ikan yang layak dikonsumsi.
“Masyarakat tidak perlu khawatir atau takut untuk membeli ikan karena tidak semua ikan seperti itu, tetapi mari kita sama, menjaga dan menjadi konsumen yang cerdas untuk memilih dan memilah mana produk yang baik dan layak untuk kita konsumsi,”tegasnya. [AM/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here