Kelompok Nelayan Sahabat Mangrove Teluk Bintuni Terbentuk

FOTO : ISTIMEWA
Oleh
Yohanes Akwan
Perkumpulan Bin Madag Hom Teluk Bintuni untuk Conservasi dan Advokasi Hak-Hak Masyarakat Adat telah menginisiasi kerjasama bersama Pemerintah Teluk Bintuni dalam rangka perlindungan dan pengelolaan hutan mangrove berkelanjutan melalui kegiatan pelatihan pengembangan budidaya Udang dan kepiting kepada masyarakat sekitar hutan Mangrove Teluk Bintuni.
Dalam rangka pemanfaatan mangrove berkelanjutan dari hasil pelatihan bersama pemerintah daerah yang di hadir  oleh sdr, Yanwarius Leftungun, S.Hut Kepala Bagia Perekonomian Sekda Kabupaten Teluk Bintuni dan Pak Amis, Kabid Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Teluk Bintuni  bersama perwakilan dari Distrik Wames yang meliputih kampung, yensei, yakati, mambranu, Distrik Kuri Kampung Naramasa, Obo dan Distrik Aroba dan Kapung Yaru serta kampung tugurama dan masy sekitar kota bintuni bersepakat membentuk ” komunitas Nelayan Sahabat mangrove Teluk Bintuni” yang diharapkan tidak hanya bicara budidaya perikanan didalam hutan mangrove tetapi ikut serta menjaga dan melestarikan hutan mangrove Teluk Bintuni.
Melalui dinas terkait dalam hal ini kabid budidaya kepada Kelompok Nelayan Sahabat Mangove Teluk Bintuni mengatakan, pemerintah siap memberikan dukungan berupa, Pelatihan  dan modal serta fasilitas penunjang untuk mendukung komunitas tersebut yang diharapkan akan memberikan asas manfaat terhadap kesejhataan ekonomi masyarakat sekitar hutan mangrove.
Upaya LSM ini untuk mempertegas kepada semua pihak agar kita tidak hanya bicara perlindungan hutan tetapi pentingnya memikirkan bahwa, dalam hutan hidup masyarakat adat yang perlu di berdayakan secara ekonomi melalui pengembagan sumber daya alam (SDA) yang ada sekitar hutan mangrove.
Bertempat di Gedung halaman Gereja Laharoi Sterira Teluk Bintuni Papua Barat diselenggarakan kegiatan tersebut guna menyiapkan masyarakat papua kedepan agar melihat peluang didalam hutan bakau secara berkelanjutan yang dikelola sebagai aset penghidupan ekonomi secara berkelanjutan.
Yang dibutuhkan kelompok Nelayan saat ini adalah pendampingan dan bantuan modal serta fasilitas untuk memulai  budidaya.
Mengapa, penting agar masyarakat termotovasi untuk mau mengikuti usaha tersebut supaya tidak terjebak mengejar paket-paket proyek infrakstur pemerintah seperti saat ini.
Dari peserta sekitar 50 orang ada sekitar 9 kelompok dengan jumlah anggota kelompok yang tergabung di dalam komunitas Nelayan sahabat mangrove sebanyak 10 orang perkelompok. Untuk itu perlu komitmen bersama pemerintah secara terus menerus mendampingi dan memfasilitasi, keperluan kelompok agar benar-benar mandiri. Banyak potensi yang bisa dikelola di hutan mangrove sehingga diharapkan semua pihak untuk mendukung agar ada terbangun kemandirian komunitas ini untuk menjalankan aktivitas nelayan kembali.
Dengan adanya pelatihan dan pembentukan komunitas diharapkan masyarakat ikut membangun kesadaran masyarakat luas secara bersama-sama melindungi hutan mangrove Teluk Bintuni.
Dari kegiatan pelatihan yang berlangsung selama satu hari terlihat adanya kesamaan visi dari pemerintah daerah dan masyarakat ingin mengelola wilayahnya dengan tetap menjaga lingkungan.
Kami Perkumpulam Bin madah Hom Teluk Bintuni diharapkan ikut melakukan advokasi bersama guna menuju kemandirian ekonomi masyarakat serta pengelolaan hutan secara berkelanjutan melalui model-model kemitraan dan pendidikan utuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dampingan. Tujuannya untuk perlindungan dan pemanfaatan potensi hutan mangrove secara berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here