Fraksi Golkar Pertanyakan Peruntuhan Dana Otsus Dalam Pembahasan KUA-PPAS 2020

FOTO : Norman Tambunan, Anggota DPRD Kabupaten Manokwari//ONE
“Tak hanya itu,saya juga mempertanyakan terkait pembangunan lapangan tenis indoor senilai Rp. 7,750.000.000 pada Dinas Parawisata Kependudukan dan Olahraga,”ungkapnya.
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kabupaten Manokwari menggelar pembahasan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), Rabu (13/11/2019).
Dalam pembahasan tersebut, salah satu Anggota DPRD Fraksi Golkar, Norman Tambunan, SE Anggota DPRD Kabupaten Manokwari mempertanyakan dengan tegas terkait peruntuhan dana Otonomi Khusus (Otsus).
Menurutnya, anggaran Otsus regular sebesar Rp. 143,189,503,300 dan juga Dana Bagi Hasil Pajak dalam rangka Otsus Rp. 36,317,700,242 tersebut di peruntuhkan apa saja?, apakah peruntuhan sudah sesuai dengan atau belum?
Pasalnya, dari materi KUA-PPAS yang diserahkan kepada DPRD khusus untuk penididikan hanya sebesar 16.07 persen dan kesehatan 11.96 persen.
“Untuk itu saya minta harus ada penjabaran programnya. Biar jelas arah Otsus itu diperuntuhkan untuk siapa dan untuk apa saja,”tegas Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Manokwari, Norman Tambunan SE kepada papuabaratonline.com, Rabu (13/11/2019).
Kenapa demikian, kata dia, materi KUA-PPAS tidak dirincikan secara detail, misalnya pada dinas kesehatan. Dalam rincian sumber dananya tidak tertera bahwa itu merupakan dana Otsus.
“Saya juga meminta kepada TAPD untuk persennya harus dikembalikan sesuai dengan undang-undang. Apabila penididikan 30 persen, ya harus 30 persen. Jangan dikurangi,”terang dia.
Sebeb, menurut dia, dana Otsus itu untuk orang asli Papua (OAP), maka peruntuhannya harus jelas.
Berikutnya, Norman Tambunan mengemukakan, untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Manokwari terdapat anggaran Rp. 5 miliar dari Otsus untuk pengadaan Obat-obatan dan pembekalan kesehatan.
“Pertanyaannya, apakah anggaran ini cukup untuk melayani kesehatan OAP? Dan selama ini yang terjadi obat-obatan saja masih dibayar. Jadi kalau anggaran tidak cukup, ya harus ditambah, bila perlu buat apotik Otsus saja biar jelas,”sebutnya.
Selain itu Norman mengungkapkan, pembangunan Asrama Mahasiswa di Jakarta dengan anggaran kurang lebih Rp. 2,5 miliar.
Pertanyaannya, apakah status tanahnya sudah jelas atau belum? Jangan sampai sudah dianggarkan, tapi status tidak jelas. Maka diharapkan kepada TAPD untuk mengklarifikasi atau mengkroscek hal tersebut.
“Tak hanya itu, saya juga mempertanyakan terkait pembangunan lapangan tenis indoor senilai Rp. 7,750.000.000 pada Dinas Parawisata Kependudukan dan Olahraga,”ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan lapangan tenis tersebut sebenarnya tidak terlalu penting dan itu bukan hal prioritas dalam pembangunan di Manokwari.
“Kami dari Fraksi Golkar akan menolak itu, karena masih banyak hal yang lebih penting. Saran kami, anggaran sebesar itu lebih baik diperuntuhkan untuk peningkatan kesejahteraan honorer guru atau perbaikan rumah singgah atau rehabilitas anak-anak pengguna lem aibon,”katanya.
Tapi juga anggaran itu bisa digunakan untuk membiayai anak-anak putus sekolah dan mengatasi pengangguran. Sambungnya, Bisa juga digunakan untuk pengadaan buku buat rumah-rumah baca agar menunjang pendidikan non-formal.
“Saya rasa itu lebih penting dan bermanfaat. Kita fokus saja ke program-program yang pro rakyat, karena tahun ini anggaran kan banyak terpakai buat bantuan Pilkada dan juga pembayaran utang,”aku Norman Tambunan.
Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada TAPD dan juga Banggar untuk bisa lebih fokus kepada program-program yang menyentuh rakyat. [AM/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here