Penghormatan dan Penegakan HAM Merupakan Jalan Menuju Kesempurnaan Manusia

Ilustrasi
Oleh 
Emanuel Gobay, S.H., MH
Manusia merupakan mahluk hidup sempurna yang hidup dibawah jagat raya, melalui manusia segala sejarah dunia tercipta. Semua itu memaksa manusia untuk berpikir lebih bijaksana sebab segala yang hidup maupun mati dibawah jagat raya ini dapat dikendalikan oleh manusia. Sejarah manusia telah mencatat jutaan kisah baik kisah yang berujung baik maupun berujung buruk, semua itu mewarnai kehidupan manusia yang hidup melewati tri dimensi waktu yaitu kemarin, hari ini dan besok.
Hak asasi manusia yang diakui manusia dibawah jagat raya ini merupakan hasil ciptaan manusia yang telah mampu merasionalisasikan segala kwalitas yang terkadung dalam manusia baik secara ekonomi, sosial, budaya, sipil dan politik. Berdasarkan sejarah kesadaran akan hak asasi manusia telah ada sejak dahulu kemudian dikonsepkan secara tertulis dalam Magna Carta (1215) yang terus berproses hingga menjadi sempurna dalam deklarasi umum tentang HAM (1948). Deklarasi itu kemudian menjadi sebuah dasar pijak bagi PBB memastikan pemenuhan HAM di negara-negara yang menjadi keanggotaan dalam PBB setiap tahunnya.
Berkaitan dengan hak asasi manusia di indonesia secara prinsip telah ada sejak indonesia merdeka sampai saat ini, hal itu terlihat melalui pemilihan status negara indonesia sebagai negara hukum yang mana secara teoritis memiliki tanggungjawab hukum untuk melindungi HAM. Meskipun demikian negara indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang tercatat sebagai negara dengan jumlah pelanggaran HAM tertinggi di dunia sekalipun tercatat sebagai salah satu negara didunia yang memiliki Pengadilan HAM di dunia. Salah satu kasus pelanggaran HAM yaitu pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan yang kasusnya terus terjadi diseluruh wilayah indonesia.
Pengertian HAM dan Macam HAM
Menurut Asfinawati (Perempuan Pertama Pemimpin YLBHI Periode 2017 – 2021), Hak Asasi Manusia Adalah jalan yang akan menyelamatkan korban. Orang tertindas akan mengantukan diri pada Hak Asasi Manusia. Secara yuridis, pengertian Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal angka 1 UU No 39/1999).
Secara umum macam-macam hak asasi manusia telah termuat dalam beberapa aturan hukum internasional dan nasional. Terkait macam-macam hak asasi manusia secara nasional diatur pada pasal 28, 28a-28j, UUD 1945 dan selanjutnya diatur dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Lebih spesifiknya diatur pada UU Nomor 11 Tahun 2005 dan UU nomor 12 Tahun 2005 dibawah :
  1. Hak Ekosob UU No 11 Tahun 2005
  • Hak Atas Pekerjaan (pasal 6)
  • Hak untuk menikmati kondisi kerja yang adil dan menguntungkan (pasal 7)
  • Hak membentuk dan/atau bergabung dengan serikat pekerja (pasal 8)
  • hak setiap orang atas jaminan sosial (pasal 9)
  • Hak setiap orang atas standar kehidupan yang layak pribadi dan keluarganya (pasal11)
  • Hak setiap orang untuk menikmati standar tertinggi yang dapat dicapai atas kesehatan fisik dan mental (pasal 12)
  • Hak setiap orang atas pendidikan (pasal 13)
  • Hak Untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya (pasal 15)
  1. Hak Sipol UU No 12 Tahun 2005
  • Hak hidup (pasal 6)
  • Hak Tidak disiksa (pasal 7)
  • Hak tidak diperbudak (pasal 8)
  • Hak tersangka dan terdakwa (pasal 10)
  • Hak kebebasan bergerak dan berdomisili (pasal 12)
  • Hak kedudukan sama didepan hukum (pasal 14)
  • Hak kebebasan berpikir, beragama dan berkeyakinan (pasal 18)
  • Hak berkumpul (pasal 21)
  • Hak berserikat (pasal 22)
  • Hak berkeluarga (pasal 23)
  • Hak tidak didiskriminasi (pasal 26)
  • Hak Minoritas (pasal 27)
Prinsip HAM
Pada pokoknya berdasarkan sumber hak asasi manusia, secara umum hak asasi manusia tergolong ke dalam 2 (dua) kelompok yaitu kelompok hak internum dan kelompok hak eksternum. Secara teori dalam hak asasi manusia memiliki 3 (tiga) prinsip pokok yaitu prinsip tidak terengutkan, universal dan tidak terpilahkan.
Berdasarkan ketiga prinsip itu, semua negara-negara anggota PBB memiliki kewajiban untuk menghargai, mengormati, melindungi dan memajukan. Dalam menjalankan keempat kewajiban itu, setiap negara diberikan pedoman dalam pendekatan hak asasi manusia dengan menyesuaikan pada karakteristik hak asasi manusia yaitu bagi hak-hak yang masuk dalam kategori hak kodrati wajib diambil pendekatan pasif sedangkan mayoritas hak ekosob wajib diambil pendekatan aktif.
Terkait kewajiban perlindungan, penghormatan, penegakan dan jaminan hak asasi manusia oleh negara melalui pemerintah indonesia secara tegas telah diatur pada pasal 28i ayat (4), UUD 1945. Selain itu, UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM juga mewajibkan Setiap orang, kelompok, organisasi politik, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, atau lembaga kemasyarakatan lainnya,
  1. Berhak berpartisipasi dalam perlindungan, penegakan dan pemajuan hak asasi manusia. (Pasal 100)
  2. Berhak menyampaikan laporan atas terjadinya pelanggaran hak asasi manusia kepada Komnas HAM atau lambaga lain yang berwenang dalam rangka perlindungan penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia. (Pasal 101)
  3. Berhak untuk mengajukan usulan mengenai perumusan dan kebijakan yang berkaitan dengan hak asasi manusia kepada Komnas HAM dan atau lembaga lainnya. (Pasal 102)
  4. Secara sendiri-sendiri maupun bekerja sama dengan Komnas HAM dapat melakukan penelitian, pendidikan dan penyebarluasan informasi mengenai hak asasi manusia. (Pasal 103)
Kondisi Penghormatan dan Penegakan HAM
Penghormatan terhadap hak asasi manusia akan berlajan secara maksimal jika ada penegakan hak asasi manusia. Dengan adanya penegakan hak asasi manusia tentunya akan mengakhiri tindakan main hakim sendiri yang biasanya menjadi pemicu terjadinya pelanggaran hak asasi manusia baik yang kategori biasa maupun berat.
Mengacu pada kondisi indonesia yang sarat dengan kasus pelanggaran HAM yang terus terjadi diseluruh wilayah indonesia didukung sukses oleh lemahnya penegakan hak asasi manusia. Kondisi itu secara terus menerus didorong oleh masyarakat sipil namun terkadang gerakan masyarakat sipil itu dibenturkan dengan konflik antara masyarakat sipil itu sendiri sehingga perjuangan penegakan hak asasi manusia selalu berhenti ditengah jalan.
Penghambatan penegakan hak asasi manusia itu perlu diefaluasi dan dikritisi untuk mencari apa penyebabnya apakah karena pemerintah tidak memiliki niat untuk menegakan hak asasi manusia ataukah masyarakat sipil indonesia yang tidak memiliki niat untuk menegakan hak asasi manusia.
Untuk diketahui bahwa pelaku pelanggaran HAM adalah negara, secara singkat untuk melihat adanya pelanggaran hak asasi manusia cukup dengan mendasarkan pada kewajiban pemenuhan hak asasi manusia oleh negara melalui pemerintah, dalam konteks hak kodrat yang tergolong kedalam hak sipol itu jika negara aktif maka yang terjadi adalah pelanggaran HAM sedangkan dalam konteks hak ekosob jika negara pasif maka yang terjadi adalah pelanggaran HAM.
Ditengah kondisi itulah yang mewajibkan masyarakat sipil mengunakan hak konstitusionalnya khususnya hak berekspresi untuk berdiri dan memantau jika negara aktif dalam hak sipol maka masyarakat sipil wajib mendesak negara untuk pasif sedangkan jika negara pasif dalam pemenuhan hak eksob maka masyarakat sipil wajib mendesak negara untuk aktif.
Dengan aktifitas masyarakat sipil yang demikian maka secara langsung akan mengantarkan kenyataan pada kesimpulan “Demokrasi Jembatan Damai Menuju Keberagaman Manusia dalam negara hukum indonesia”
Bagi saya hak asasi manusia mampu merasionalisasikan realitas kwalitan yang berada didalam diri setiap manusia dan melaluinya semakin menyempurnakan kesempurnaan setiap manusia yang adalah pembuat sejarah hidup di dalam dunia ini.
Dengan demikian saya mengajak seluruh warga negara indonesia untuk menjadikan Demokrasi Jembatan Damai Menuju Keberagaman Manusia dan selanjutnya mempraktekan penghormatan HAM serta mendesak negara melalui penegakan HAM yang semata-mata bertujuan untuk membuka jalan menuju kesempurnaan manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here