Mempererat Tali Persaudaraan, Parlemen Jalanan Gelar Yospan 

FOTO : Tarian Adat penjemputan Panglima Parjal Papua Barat, Ronal Mambieuw untuk membuka kegiatan Yosim Pancar, di Masni//ONE
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Guna menjaga, melestarikan seni budaya dan juga mempererat tali persaudara. Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat menggelar perlombaan Yosim Pancar (Yospan) di Kampung Sumber Boga, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Selasa (12/11/2019).
Perlombaan ini mendapat antusias dari warga Papua dan nusantara di wilayah Warmare, Masni, dan, Sidey (Wapramasi). Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta Yospan  dari berbagai kalangan masyarakat tersebut menghadirkan sejumlah dewan juri profesional di Papua Barat diantaranya Piter Mambor, Yohanes Wanma, Leo Sabarofek.
Lomba yang berlangsung sekira pukul 12.00 WIT itu dibuka secara langsung oleh Panglima Parjal Papua Barat, Ronald Mambieuw. Lomba tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan perwakilan Kepala Distrik Masni.
FOTO : Salah satu gruop Yospan di dataran Wapramasi//ONE
Panglima Parjal Papua Barat, Ronald Mambieuw, mengatakan lomba tari Yospan yang digelar adalah bagian dari upaya Parjal  mempertahankan nilai-nilai budaya Papua dengan kearifan lokal yang ada, serta menciptakan harmoni budaya dengan warga Nusantara di wilayah Distrik Masni.
“Di Masni rata-rata warga nusantara mereka adalah transmigran program pemerintah, mereka adalah saudara kita, jadi harus tahu tentang budaya dan tari khas Papua melalui lomba yang ada sehingga mereka juga berpartisipasi. Disitulan letak harmoni budaya dalam kebersamaan,”ujar Ronald dalam sambutannya, Rabu (12/11/2019)
Panglima menyampaikan, perlombaan itu diikuti 20 gruop Yospan, namun dalam group-group Yospan itu tidak hanya anak-anak Papua. Tetapi melibat semua pemuda dan pemudi nusantara
“Setiap peserta dalam group tari tidak saja anak-anak Papua tapi ada juga pemuda-pemudi warga nusantara. Mereka dinilai oleh juri profesional,”katanya.
Sementara, Piter Mambor ketua dewan Juri lomba Yospan, mengatakan kriteria penilaian Yospan yang dipakai dewan Juri adalah kriteria baku yang telah ditetapkan oleh dewan kesenian Papua di Jayapura pada tahun 1998.
“Urutan gerak yang dinilai adalah seka, pacul, gale-gale, jef dan pancar adalah gerak tari yang dinilai dalam yospan disesuaikan koreografi dalam lagu pilihan setiap group. Jadi kita nilai urutan gerak harus teratur,”katanya.
FOTO : Panglima Parjal PB (Mahkota) bersama dua dewan juri//ONE)
Secara umum, kata Mambor, 20 grup tari peserta lomba cukup baik dalam gerakan hanya saja gerak-geriknya harus dirunut sesuai kriteria Yospan.
“Semua sudah bagus, tapi perlu diperbaiki urutan gerak seperti yang saya sebutkan tadi. Saya harap, group tari dari Masni satu saat bisa tampil di iven Yospan tingkat Provinsi,”ujar Mambor menambahkan.
Dari 20 peserta lomba, juara satu diraih oleh group tari PAM (Persekutuan Anak Muda) Imanuel SP 8 Distrik Prafi, disusul Juara II dan III oleh group tari Reimin Kampung Nimbay dan group tari SMP satu atap Distrik Masni. [HK/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here