Hadapi Pilkada Raja Ampat, Hanura Siap Kualisi Dengan Golkar 

FOTO : Charles Imbir
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Periode 2014-2019, Kualisi Hanura di Kabupaten Raja Ampat alami Pasang surut hingga digugat ke Peradilan. Hal itu menjadi pengalaman bagi DPC Hanura Raja Ampat sebelum memutuskan sikap Politiknya.
Ketua DPC Partai Hanura Raja Ampat, Charles Imbir menerangkan pihaknya saat ini sedang membangun komunikasi guna membangun kualisi Partai.
“Kami punya pengalaman pada periode kemarin, pembentukan fraksi yang lalu dibubarkan ditengah jalan. Maka kita tidak mau bermain kepentingan jangka pendek, kita tidak mau menyamakan kualisi fraksi, dan kualisi Pilkada,”kata Imbir, saat berada di Manokwari, Jumat (11/10/2019).
Dijelaskan, pengalaman Hanura pada periode lalu berkualisi tapi bubar di tengah jalan, disebakan pihaknya berdinamika dengan Partai PAN, Gerindra dan terakhir PDI-P,.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten Raja Ampat ini menambahkan, perolehan Dua Kursi Legislatif di Raja Ampat telah memberikan peluang menduduki Kursi Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Raja Ampat.
“Raja Ampat, kita dua Kursi. Kita sebagai partai pemenang ke tiga, jadi kita tidak punya fraksi utuh. Berdasarkan aturan, kita bakal menduduki wakil ketua II di DPRD. Hal ini lebih strategis lagi, maka kita harus memilih partai yang se-idelogi, kalau tidak minimal se-ide,”terangnya.
Maka, kualisi yang paling tepat adalah Hanura dan Golkar. Sebab Golkar Fraksi utuh, dengan posisi strategis di DPRD sebagai wakil ketua I, dengan demikian jika Hanura berkuali dengan Partai Golkar, hal ini berarti secara politik kita kuat sebab kita unsur pimpinan di DPRD.
Selain kuat secara Politik, Golkar dan Hanura miliki komitmen pembangunan yang seirama.
Oleh sebab itu, secara nasional Golkar dan Hanura saling terima. Sedangkan di Daerah Raja Ampat, Golkar dan Hanura se-ide dalam memperjuangkan hak masyarakat adat Raja Ampat dan penduduk Raja Ampat secara keseluruhan. Jadi, Hanuara dan Golkar cukup sinergia dalam membentuk fraksi, ini yang paling ideal.
Maka jika Hanura dan Golkar bakal berkualisi, maka kita sudah punya gambaran untuk 5 tahun kedepan. Golkar sebagai partai Pengusung akan nyaman dengan Hanura, diplomasi juga akan lebih mudah. Misalnya Golkar Nomor 1, Hanura Nomor 2 atau sebaliknya, atau poin-poin yang disepakati mungkin lebih nyaman.
Sejauh ini, Hanura punya komunikasi dengan Golkar di Raja Ampat cukup berjalan intens dan kita akan lihat itu setelah pelantikan di akhir Oktober 2019 ini. [**/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here