Fasilitas Umum di Papua Barat Harus Pertimbangkan Hak Para Disabilitas!!

FOTO : Kegiatan Sosialisasi dan Konsulidasi LIDI Papua Barat//ONE
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Guna meningkatkan kapasitas para disabilitas dalam program penanggulangan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat menggelar Sosialisasi dan Konsulidasi Unit Layanan Inklusi Disabilitas (LIDI) Papua Barat 2019.
Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel termewah di Manokwari, Jumat (04/10/2019) itu dihadirkan sejumlah nasumber diantaranya Ketua Unit LIDI Provinsi Jawa Tengah, Eddy Supriyanto dan puluhan penyandang cacat dan siswa-siswi sekolah luar biasa (SLB) di Manokwari.
Kepala BPBD Provinsi Papua Barat, Dereck Ampnir mengatakan, kegiatan ini merupakan rencana kerja BPBD di tahun 2019, yang berkaitan dengan upaya memantapkan tugas dan fungsi Unit LIDI guna mengakomidir dan membantu para disabilitas di Papua Barat.
Untuk itu diharapkan kepada Unit LIDI agar lebih efektif dan optimal untuk melihat dan merencanakan apa yang harus diperhatikan pemerintah daerah (Pemda)
“Kedepan kami harapkan hak-hak mereka harus dilindungi dalam sebuah regulasi atau peraturan daerah,”ujar Kepala BPBD Papua Barat, Dereck Ampnir, Jumat (04/10/2019).
Sehingga lanjut dia, hak-hak para disabilitas di wilayah Papua Barat bisa dilindungi dengan Perda tersebut, agar dalam pembangunan daerah maupun hal-hal yang berkaitan dengan publik bisa mengakomodir hak-hak dari para penyandang cacat, maka Perda perlindungan tersebut sangatlah penting.
“Cotoh saja, kalau bangun jalan. Harus dipertimbangkan apa yang menjadi hak para distabilitas ini,”sebut dia.
Ketua LIDI Papua Barat, Pdt. Shirley Parinussa mengapresiasi kegiatan yang diselenggerakan oleh pemerintah dalam hal ini BPBD Papua Barat, karena sangat membantu para disabilitas secara khusus yang terkait kebencanaan.
Tentunya selama kegiatan berlangsung, ada banyak hal penting yang menjadi tanggungjawab LIDI Papua Barat kedepan, karena memang selama ini keberadaan distabilitas masih dilihat sebagai objek yang hanya menerima belas kasihan.
“Sejauh ini belum ada usaha yang maksimal untuk menempatkan orang-orang disabilitas di posisi yang setara,”kata dia.
Padahal sebutnya, sesungguhnya para disabilitas juga memiliki hak yang sama sebagai warga Negara, hanya karena mereka (disabilitas-red) memiliki keterbatasan.
“Yang sesungguhnya kalau dilengkapi dengan akses atau alat bantu dan sebagainya, mereka justru memiliki kemampuan-kemampuan yang lebih yang akan menjadi potensi dalam rangka membangun papua barat,”terangnya.
Oleh karena, terang dia, LIDI Papua Barat harus dibentuk untuk mengambil tanggungjawab dalam mengangkat dan membicarakan soal perlindungan hak-hak disabilitas.
“Dengan adanya unit yang berada du BPBD ini bisa mengakomodir suara dari teman-teman disabilitas dan organisasinya bisa terangkul dan di dengar langsung,”jelas Parinussa.
Dia menerangkan, Unit LIDI di Indonesia baru dibentuk di dua daerah yakni Jawa Tengah dan Papua Barat, maka sebagai ketua LIDI sangat bersyukur kepada Tuhan dan BPBP.
“Kami berharap kepada pemerintah agar kedepan dalam pembangunan infratruktur dapat memberikan akses bagi para disabilitas dan ini yang kami dorong,”pungkasnya.
Eddy Supriyanto, Ketua LIDI Jawa Tengah menambahkan, pelatihan atau sosialisasi ini adalah bagian dari penguatan kapasitas unit yang lebih inklusi untuk melibatkan teman-teman disabilitas dalam program penanggulangan bencana.
Menurutnya, selama ini para disabilitas masih menjadi objek bantuan dan belum dilihat  kapasitas atau kemampuan yang dimiliki oleh mereka terlebih khusus dalam mengevakuasi mandiri maupun melindungi dirinya sendiri ketika bencana.
Pasalnya, di Indonesia para disabilitas kebanyakan berada di daerah-daerah rawan bencana dan mereka belum banyak memiliki informasi. Apalagi kemampuan untuk melakukan evakuasi mandiri.
“Permasalahan distabilitas itu adalah permasalahan kita semua, maka bagaimana kita punya kesadaran bersama-sama untuk membangun semuanya. Sehingga di papua barat tidak ada lagi disabilitas maupun miskin yang ketinggalan dalam pembangunan,”tandasnya. [ONE/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here