Yane Ansanay Merupakan Doktor Fisika ‘Pertama’ Perempuan Asli Papua

FOTO : Yane Ansanay//ISTIMEWA
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Kali ini cerita bahagia berasal seorang perempuan asli Papua Inspiratif, Yane Ansanay yang telah berhasil meraih Doktor Bidang Ilmu Fisika pertama dari Amerika Serikat.
Selain itu, saat ini posisinya sebagai seorang pengajar dan peneliti dalam bidang sains dan teknologi di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.
Kemudian saat ini Yane sedang melakukan penelitian tentang pangan dan obat-obatan dengan memaksimalkan bahan-bahan dasar dari Tanah Papua sambil membangun sebuah pusat penelitian.
 “Saya membangun sebuah pusat penelitian untuk anak-anak Papua yang bersekolah dalam bidang sains dan teknologi, untuk dapat memaksimalkan peran mereka dalam membuat penemuan-penemuan untuk berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Papua,”ungkap Perempuan asli Papua ini melalui press releasenya yang diterima papuabaratonline.com, Sabtu (28/09/2019).
Sekedar diketahui bahwa Yane menyelesaikan Pendidikan S1-nya di Universitas Pelita Harapan, dan S2 dan S3 di Universitas North Caroline State University, di Amerika Serikat.
Sedangkan untuk beasiswa doktoralnya, Yane harus bersaing dengan ilmuwan-ilmuwan dari seluruh dunia, dan dia berhasil memperoleh beasiswa tersebut.
Hal ini membuktikan bahwa anak-anak Papua memiliki daya saing internasional, bahkan seorang perempuan Papua sekalipun.
“Di tempat saya belajar dulu, saya berhasil bersaing dengan ilmuwan-ilmuwan dari amerika, eropa, jepang dan china, serta negara-negara lain. Susah, tapi saya bisa, berarti perempuan Papua lain juga bisa,”ujarnya dengan nada memotivasi.
Yane Ansanay merupakan salah satu Pendiri Gerakan Papua Muda Inspiratif, yang beranggotakan anak-anak asli Papua dan telah berkarya di Masyarakat dalam berbagai bidang.
Diantaranya Billy Mambrasar, George Saa, Samuel Tabuni, Nani Uswanas, Neas Wanimbo, Rini Modouw, Richard Mahuze, dan muda-mudi Papua dari berbagai suku dan wilayah adat di Tanah Papua.
Para pelopor dan Pendiri gerakan Papua Muda Inspiratif baru saja bertemu dengan Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, dan mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo untuk membangun Sumber Daya Manusia Papua yang inovatif dalam era Industri 4.0 ini.
“Saya bermimpi, akan ada lebih banyak lagi perempuan-perempuan Papua mampu bersaing di Kancah Nasional dan Internasional. Semoga di lembaga riset kami dapat juga menaungi mereka untuk berkarya,”terang Yane dengan penuh harap.
Dia mengakui bahwa say ini dirinya telah menjadi inspirasi bagi semua anak-anak Papua. Selain dia (Yane), Ada pula Maya Wospakrik atau seorang Perempuan Papua Inspiratif yang saat ini menjadi Peneliti Fisika Nuklir di Fermilab, sebuah laboratorium sains di Illinois Amerika Serikat.
Ada juga Anieke Boaire, perempuan pemenang First Step to Nobel Prize, sebuah kompetisi internasional Bergengsi dalam Bidang Fisika. [**/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here