Diperiksa Sebagai Saksi, LP3BH Dampingi Tiga Mahasiswa dan Oknum PNS di Unipa

FOTO : LP3BH dan Oknum PNS di Unipa (baju batik) bersama penyidik//IST
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Lembaga Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari melakukan pendampingan terhadap sejumlah Mahasiswa dan Oknum PNS di Unipa yang diperiksa sebagai saksi dalam dugaan Perbuatan Makar dan Penghasutan terhadap massa aksi pada 3 September 2019 lalu.
Demikian hal ini dikatakan Yan Christian Warinussy selaku Advokat dan Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari melalui press releasenya yang diterima papuabaratonline.com, Senin (16/09/2019).
Warinussy mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap seorang Mahasiswa asal Merauke berinisial GT dan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Universitas Papua (Unipa) berinisial MI (49 tahun) pada Sabtu (14/09/2019).
Dalam pemeriksaan tersebut, kata Warinussy, MI dimintai keterangan oleh penyidik dengan sekitar 35 pertanyaan dan jawaban. Selama pemeriksaan, dihadiri dan turut memantau serta bertanya AKP Ronald Manalu selaku ketua Tim dan juga Kompol Kristian Sawaki dari Polda Papua Barat.
“Kami meninggalkan Polres Manokwari jam 15:00 wit sore. Di depan rutan Polres kami sempat bertemu Kapala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey yang tengah kunjungi tahanan tersangka Makar SM,”sebut.Warinussy.
Dikemukakannya, saat lakukan kungjungan Kepala Komnas Papua didampingi langsung Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, Kasat Reskrim Musa Yesi Permana dan Direkrimum Polda PB Komber Pol.Da Costa dan jajaran “jurnalis” internal Polda PB dan Polre Manokwari.
FOTO : LP3BH Manokwari saat dampingi saksi dugaan perbuataan Makar dan Penghasutan di Mapolres Manokwari//IST
Berikutnya, lanjut Pembela HAM di Tanah Papua ini, pemeriksaan dilanjutkan terhadap dua orang Mahasiswa berinisial EA (20 tahun) dan PM (24 tahun), Senin (16/09/2019).
“Mereka dua ini dipanggil untuk hadir memberi keterangan sebagai saksi pada penyidik dan Advokat dari LP3BH yang hadir mendampingi ialah Yan Christian Warinussy dan Thresje Juliantty Gasperz,”terangnya.
Dia mengemukakan, pemeriksaan dua mahasiswa itu dimulai sejak pukul 10:30 WIT. Kemudian, saksi EA diperiksa oleh penyidik di ruang sidik Tipikor. Sedangkan saksi PM diperiksa oleh penyidik pembantu di ruang sidik Pidum.
Pemeriksaan dua mahasiswa tersebut berjalan ‘maraton’ dari pukul 10:30 WIT sampai berakhir pukul 17:45 WIT.
Menurut Warinussy, saksi EA dicecar 36 pertanyaan oleh penyidik. Sedangkan saksi PM dicecar sekitar 35 pertanyaan.
Sesuai surat penggilan Polisi, empat orang yakni tiga Mahasiswa dan oknum PNS Unipa dipanggil dan diperiksaan sebagai saksi dalam dugaan perbuatan Makar dan penghasutan terhadap massa pengunjukrasa, yang mengakibatkan terjadinya perlawanan dan luka-luka terhadap pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah.
Sebagaimana diatur dalam Pasal 160 KUH Pidana jo Pasal 110 KUH Pidana Pasal 213 KUH Pidana jo Pasal 55 KUH Pidana. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here