Data 1021 Pedagang Korban Rusuh di Fakfak Dikirim ke Permerintah Pusat

FOTO : Pertemuan Pemkab dan Polres Fakfak//IST
FAKFAK, Papuabaratonline.com – Pasca kerusuhan pada 21 Agustus 2019 lalu di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat yang berujung terjadi tindak pidana pengrusakan, pembakaran dan perbuatan Makar. Kepolisian Resor Fakfak menggelar pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, Senin (16/06/2019).
Dalam pertemuan tersebut dihadiri Plt Sekda Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmare, Kapolres Fakfak, AKBP Deddy Foury, Komandan Bataliyon Brimob Polda Sultra AKBP X.T.L Nadeak, Wakapolres Fakfak, Kompol Ilhamsyah dan Kadis PUPR Kabupaten Fakfak, Samaun Dahlan.
Plt. Sekda Kabupaten Fakfak menyampaikan, untuk stimulasi pihak Pemda sudah mengajukan data sebanyak 1021 pedagang kepada Pemerintah Pusat, dan telah dianggarkan sebanyak Rp. 5 Miliar.
“Para pedagang yang menjadi korban diperkirakan mendapat Rp. 5 juta,”ujar Sekda Pemkab Fakfak.
Selain itu lanjutnya, Pemkab Fakfak juga menghimbau kepada seluruh Mahasiswa Fakfak dimanapun berada, bahwa tidak ada perintah untuk kembali pulang.
“Silahkan mengikuti perkuliahan seperti biasa. Jika ada persoalan silahkan melapor kepada pihak berwajib dimanapun berada,”harapnya.
Kemudian nenyangkut kerusuhan yang berdampak pada hukum, kata dia, pemerintah menyerahkan kepada aparat penegak hukum dalam hal ini  Polres Fakfak.
Terkait dengan adanya issue bahwa kesempatan memperoleh lapak jualan  antara orang asli Papua (OAP) dan non OAP.
“Kami serius menyelesaikan hal ini. Sejak berdirinya pasar Thumburuni tahun 2004 pemda telah melakukan pengaturan untuk OAP dan non OAP, namun seiringnya waktu telah mengalami perubahan-perubahan,”terang dia.
Namun dia menuturkan, setelah Pasar dibangun kembali maka akan dilakukan pengaturan tersebut kembali.
“Kami menghimbau kepada masyarakat agar aman dan damai, agar berperilaku saling menjaga dan menghormati nilai-nilai agama dan adat sehingga keharmonisan terjalin kembali,”tuturnya.
Selanjutnya Kadis PUPR Fakfak menerangkan, pihak sudah melakukan peninjauan dan direncanakan setelah pelantikan DPRD Fakfak akan dilakukan pemindahan para pedagang ke Pasar sementara Tanjung Wagom.
Oleh karena itu, diharapkan agar pendataan yang lebih detil terkait data pedagang yang menjadi korban, agar pemindahan yang dilakukan sesuai dengan data korban yang sebenarnya. [AL/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here