ULMWP Angkat Bicara Terkait Situasi  Mahasiswa Papua di Indonesia?

PM Tuvalu dan Ketua Eksekutif ULMWP
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Ketua Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas situasi yang dialami Mahasiswa Papua di Indonesia.
Khususnya di kota studi Semarang, Malang, Surabaya, Ambon, dan Ternate. Kemudian di West Papua yakni di Jayapura, Manokwari, Sorong dan di setiap daerah yang melakukan aksi di tanah Papua.
“Pemerintah Indonesia telah melakukan pembungkaman dengan membubarkan serta menangkap ratusan orang dan puluhan orang lainnya telah mengalami pemukulan dan pelemparan,”kata Benny Wenda, Ketua Eksekutif ULMWP melalui press releasenya yang diterima papuabaratonline.com, Selasa (20/08/2019).
Padahal, mahasiswa Papua ini hanya melakukan demostrasi damai pada tanggal 15 Agustus 2019 dalam rangkan memperingati ‘Perjanjian New York Agreement dan 50 tahun pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) dan memberikan dukungan kepada para pemimpin Pacifik Islands Forom (PIF) di Tuvalu pada 13-16 Agustus 2019.
“Saya perlu menegaskan bahwa situasi yang dialami oleh mahasiswa Papua di Malang, Semarang dan Surabaya, merupakan gambaran kecil apa yang dipratekkan pemerintah Indonesia kepada bangsa Papua selama 56 tahun ini,”aku Benny Wenda.
Lanjutnya, sebagaimana juga pernah rakyat dan pemimpin Indonesia mengalaminya di jaman pemerintahan yang berkuasa sebelumnya.
“Reaksi dan Aksi rakyat Bangsa Papua di beberapa tempat di West Papua diantaranya di manokwari, kota sorong, sorong selatan, jayapura, kaimana, bintuni, serui, biak, merauke, wamena, dan nabire,”ujarnya.
Menurutnya, aksi yang dilakukan rakyat Papua diberbagai tempat di wilayah Tanah Papua merupakan reaksi spontanitas mereka dalam rangka membela harga diri dan martabat orang asli Papua (OAP) sebagai manusia ciptaan Tuhan.
Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah Kolonial Indonesia tidak boleh meresponnya dengan kekerasan.
Perjuangan hak penentuan nasib sendiri Bansga Papua yang dimotori oleh ULMWP merupakan demi harga diri dan martabat manusia Papua serta sejalan dengan asas, dasar dan konstitusi Indonesia khususnya Mukadimah Undang- Undang Dasar 1945.
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia ini harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan periadilan,”klaim Wenda.
Begitu pula, kata Wenda, sejalan konvenan Internasional dan berlandaskan pada itu, pemerintah Indonesia tidak perlu menghawatirkan tentang perjuangan Hak Penentuan Nasib sendiri bangsa Papua.
Namun, sebaliknya, ini sudah waktunya, sebagai kado. Yang mana kemerdekaan Indonesia yang ke-74 tahun memberikan pilihan kepada rakyat west papua untuk menentukan nasibnya sendiri.
Untuk itu, sebagai Ketua Eksekutif ULMWP menyerukan mohon dukungan Kepada rakyat Bangsa Papua dan solidaritas rakyat papua di west papua, rakyat dan pemimpin Indonesia, dan Internasional untuk bangkit bersama mendukung penuh perjuangan hak penentuan nasib sendiri bagi kemerdekaan dan kedaulatan politik sebagai solusi penyelesaian konflik Bangsa Papua dan Indonesia.
“Saya menyerukan untuk dilakukan mobilisasi dan konsolidasi umum secara damai dan bermartabat di seluruh tanah Papua, Indonesia, Komunitas Internasional,”tandasnya. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here