Gempar Papua Peringati Hari Masyarakat Adat se-Dunia di Manokwari

Spenduk unjukrasa 9 Agustus 2019 di Kantor DAP wilayah III Doberay//TY
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Peringati Hari Masyarakat Adat se-Dunia pada 9 Agustus 2019. Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Papua (Gempar) Mnukwar menggelar aksi, di Kantor Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Doberay.
Aksi mahasiswa dan pemuda itu dilaksanakan, Jumat (9/08/2019) sekira pukul 11.00 WIT di Kantor DAP wilayah III Doberay yang terletak di Jalan Taman Mahkam Pahlawan, Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Dalam unjukrasa tersebut terlihat para demonstran membawa sejumlah sebuah spanduk bertulisan ‘Papua Bukan Tanah Kosong’ dan pamflet diantaranya ‘Hutan adat bukan hutan Negara, kita tidak bisa hidup tanpa sagu dan hutan, tolak kepala sawit, tolak migrasi, dan tolak Otsus’.
“Kami tidak mau ada lagi pendatang miskin dari luar Papua datang ke Papua untuk merampas hak ekonomi kami,”kata Nonathan Wamnoy, koordiantor aksi dalam orasinya, Jumat (9/08/2019).
Lanjut, dia menegaskan, Gempar menolak keberadaan perusahaan Kelapa Sawit yang merusak hutan Papua khusus di wilayah adat III Doberay.  Sambung, menurutnya, sudah cukup masyarakat hidup menderita.
Para demonstran juga mengingatkan Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dukcapil) Provinsi maupun Kabupaten di Papua Barat untuk tidak mengeluarkan kartu tanda penduduk (KTP) bagi pendatang baru di Papua Barat dan secara umum di Tanah Papua. [TY/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here