Dinas Pendidikan Papua Barat Dorong Revitalisasi Kerikulum SMK

Loka Karya Bidang SMK Dispen PB//IST
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Guna mendorong Revitalisasi Kurikulum dan Strategi Sekolah Vokasi. Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat menggelar Loka Karya.
Laka Karya yang berlangsung pada tanggal 18-20 Juli 2019 di salah satu hotel di Manokwari itu dihadiri oleh sejumlah elemen diantaranya Kamar Dagang Ekonomi dan Industri Jerman, dan Biro Kerjasama Luar Negeri bidang Pendidika Republik Indonesia.
Kemudian dalam kegiatan tersebut dihadiri juga oleh seluruh kepala sekolah di wilayah Provinsin Papua Barat.
Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Agus Sroyer mengatakan, loka karya ini bertujuan untuk mendorong revitalisasi kurikulim dan strategi skolah vokasi di Papua Barat.
Ini disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan permintaan pesar regional. kegiatan ini menghasilkan rumusan final program kerja revitalisasi SMK di Provinsi ini.
Maka diharapkan kerjasama dan kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dudi) agar lulusan SMK dapat membantu Dudi memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya dari lokal.
“Tugas kami adalah membantu perusahaan-perusahaan yang ada, dan kolaborasi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,”kata Agua Sroyer, Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat kepada wartawan, usai kegiatan, Sabtu (20/07/2019).
James Modouw, Staf Ahli Menteri Hubungan Pusat dan Daerah, mendorong agar revitalisasi kurikulum dan strategi sekolah Vokasi di Papua Barat dapat disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan permintaan pasar regional.
“Sejatinya, kurikulum yang diterapkan harus mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan Industri. Ini yang disebut dengan market driven,”terangnya.
Peserta Loka Karya Revitalisasi Kurikulum SMK Papua Barat//IST
Menurutnya, rendahnya penyerapan lulusan sekolah vokasi selama ini, salah satu penyebabnya tidak sesuai kurikulim dengan kebutuhan Industri.
Berikutnya Mena Azhari, perwakilan Bappeda Papua Barat membantu selaraskan strategi revitalisasi dengan sasaran pembangunan provinsi.
Dia menyampaikan, Bappeda berharap agar terjadi kesesuaian antara profil lulusan sekolah vokasi dengan apa yang dibutuhkan oleh sektor pembangunan Utama di Provinsi Papua Barat.
Oleh sebab itu, salah satu strategi Utama yang akan di gunakan adalah proses match and link (penyesuaian) yang akan dipimpin oleh sebuah tim terpumpun.
“Akan ada sebuah tim, yang merupakan gabungan OPD, tenaga ahli, dan penasihat yang mumpuni. Dengan SK dari Gubenur yang akan kemudian mendorong dan mengawasi implementasi strategi revitalisasi ini,”ucap Azhari.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba mengapresiasi Kepala SMK Provinsi Papua Barat yang hadir beserta staf terkait.
Maka dia berharapkan agar apa yang direncanakan dapat di implementasi dengan baik demi kemaslahatan seluruh masyatakat.
“Kita harus berkomitment untuk mendukung Presiden Jokowi, agar dapat terlaksana dengan baik dan membuat SMK menjadi institusi yang dapat meningkatkan kesejahteraan lulusannya yang mampu mengakses pekerjaan atau menjadi pebisnis,”ujar dia.
Dowansiba menambahkan, Instruksi Presiden RI Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi Sekolah Vokasi dan Kejuruan di Indonesia. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here