Hutan Bakau atau Perluasan Kota

Hutan Bakau di Teluk Bintuni, Papua Barat//ISTIMEWA
Oleh
Yohanes Akwan
(Aktivis Lingkungan di Tanah Papua)
Kabupaten Teluk Bintuni yang terletak di wilayah Provinsi Papua Barat memiliki mangrove atau hutan bakau seluas 200 ribu hektare. Mangrove di Teluk Bintuni termasuk Mangrove terbaik di dunia setelah Raja Ampat dan mencakup 10 persen dari luas hutan mangrove Indonesia.
Di bahwa Payung Keadilan iklim luasan hutan mangrove dicadangkan masuk pada kawasan cagar alam dengan harapan kebijakan perlindungan tidak hanya sekedar life services semata namun yang terpenting  pembangunan konservasi harus dapat memajukan ekonomi masyarakat adat sekitar kawasan hutan.
Menjadi pertanyaan, ekosistem bakau atau mangrove yg kita jaga untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia kedepan atau perluasan kota dengan tujuan memperpendek rentang kendali arus masuk barang dan jasa ke kampung-kampung sekitar?
Argumentasi diluar sana pasti berpendapat, perluasan kota penting karena demi kemajuan suatu daerah agar sama seperti wilayah lain diluar sana namun menurut hemat saya jauh lebih penting adalah hutan bakau perlu dilestarikan sebagai aset penghidupan masyarakat adat kedepan.
Dengan demikian kolaborasi dari semua pihak stekolder dalam menyusun rencana desain pembangunan yang ramah lingkungan serta tidak harus merusak ekosistem mangrove perlu diperhatikan agar mangrove kita tetap lestari sebagai cadangan protein dan oksigen bagi kehidupan mahluk hidup secara berkesinambungan.
Tantangan lain juga terkait rencana masyarakat mendorong 4 Daerah Otonomi Baru (DOB) yaitu Moskona, Babo, Sebiar dan Kuri Wamesa  mengambil dua distrik di Teluk Bintuni serta kebijakan Nasional Dari Presiden Ir,Jokowi Melalui kebijakan telah menetapkan Teluk Bintuni dijadikan sebagai Kawasan Industri setelah merauke papua.
Oleh sebab itu penting sekali perencanaan detail utk menyelamatkan hutan bakau teluk bintuni dari ancaman deforstasi dan dekradasi hutan bakau atau mangrove sebagaimana kekuatiran kita diatas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here