Korupsi Dana Hibah, Mantan Ketua Bawaslu PB Ditahan Kejati Papua

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua/istimewa
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Mantan Ketua Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat priode 2012-2017 berinisial AN resmi ditahan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua soal dugaan tindak pidana korupsi Dana Hibah tahun anggaran (TA) 2014.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Dr. Heffinur, SH, MHum mengatakan, AN ditahan oleh penyidik Kejati Papua yang dikoordinir oleh Deddy Koerniawan, SH dan Jusak E. Ayomi, SH MH.
“Yang bersangkutan (mantan ketua bawaslu-red) ditahan terkait kasus korupsi. Dimana pada tahub 2014 bawaslu provinsi mendapat bantuan hibah senilai Rp. 2 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi TA 2014,”ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Dr. Heffinur, SH, MHum melalui press releasenya yang diterima papuabaratonline.com, Rabu (26/06/2019).
Menurutnya, Dana Hibah tersebut tidak dipergunakan dengan tertib, efesien dan tidak dapat dipertanggung jawabkan. Sehingga sampai saat ini tidak dapat menunjukan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan anggaran tersebut.
“Hal ini disebabkan oleh tidak dijalankannya tugas dan fungsi dari AN sebagai ketua bawaslu, sekertaris, dan bendahara APBD 2014,”katanya.
Akibat penyalahgunaan Dana Hibah tersebut, sebut Kajati, berdasarkan audit BPKP Perwakilan Prov Papua Barat terdapat Kerugian Negara sekitar Rp. 1,8 miliar.
Dalam perkara ini, dia menjelaskan, terdakwa Muhamad Idrus selaku sekretaris dan Getrida Mandowen sebagai bendahara sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Manokwari dan sudah diputuskan.
Sedangkan terduga AN selaku mantan ketua (sekarang anggota bawaslu aktif-red) hari ini ditahan oleh penyidik selama 20 hari di rumah tahanan (Rutan) Manokwari.
“Diperkirakan awal Bulan Juli 2019 penyidikannya sdh rampung dan akan di P.21 serta dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Manokwari untuk disidangkan,”pungkasnya. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here