Rumah Pintar Berbasis Karakter dan Kreatif Diresmikan, Anak Papua Siap Bersaing

Peresmian Rumah Pintar di Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak//IST

Fakfak, Papuabaratonline.com – Guna membangun dan mendorong anak-anak Papua untuk lebih kreatif dalam bidang pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Fakfak, Hermanto Hobrouw S.Pd meresmikan Rumah Pintar (Rumpin) di Distrik Kokos, Fakfak, Provinsi Papua Barat.

Rumpin yang diresmikan sejak 20 Mei 2019 lalu itu dibangun atas kerjasama masyarakat setempat, BP Tangguh LNG, SKK Migas, Universitas Cenderawasi (Uncen), dan sebuah Lembaga Pendidikan Papua berbasis kewirausahaan yakni pusat belajar ‘Kitong Bisa’.

Dalam kegiatan peresmian tersebut dihadiri Kepala Distrik Kokas, Lurah Kokas, dan perangkat kampung, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Wanita di Kokas.

Kadispora dalam sambutannya menyampaikan, Institusi ini didirikan dengan metode swakelola oleh masyarakat kampung, maka dalam kepengurusan Institusi ini akan dikelola bersama dan merekrut guru lokal dari masyarakat setempat.

Kenapa demikian, tujuannya untuk mendorong rasa memiliki akan pusat belajar ini dalam jangka panjang, sehingga menjamin keberlanjutan. Akan tetapi ada yang menarik dari Pendidikan informal kali ini, yaitu berbeda dengan rumah-rumah pintar sejenis lainya. Dimana, Rumpin yang terletak di Jalan Olahraga Kelurahan Kokas Kota ini lebih fokus kepada Pendidikan berbasis karakter dan kreatifitas, yang dapat mendorong anak-anak Papua untuk menjadi wirausahawan dan wirausahawati masa depan.

Semangat ini paling tidak bisa menjawab masalah pengangguran yang cukup tinggi di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat, karena pengusaha technopreneur sangat minim. Sehingga lanjut dia, butuh sebuah Pendidikan alternatif yang dapat mendorong lebih banyak lagi anak-anak asli Papua untuk menjadi pengusaha dan kreatif.

Sementara Al-hamid, Chief Operating Officer (COO) dari Pusat Belajar Kitong Bisa yang juga sebagai pendamping pengelola kurikulum ajar Rumpin mengatakan, dari pengalanan mengajar dan pengamatan selama bertahun-tahun, sebagian besar anak muda Papua hanya berharap menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Belum banyak yang berpikir untuk berkreasi dan menjadi pengusaha. Akibatnya, sektor usaha didominasi oleh pendatang,”ujar Deisya Al-hamid, Chief Operating Officer (COO) dari Pusat Belajar Kitong Bisa.

Oleh sebab itu, kata dia, lembaga Kitong Bisa akan membantu mendampingi guru lokal untuk mengimplementasikan kurikulum khusus yang telah diterapkan lembaga pusat belajar Kitong Bisa di 9 pusat belajar di Papua dan Papua Barat.

“Adapun jumlah anak Papua yang telah dididik di pusat belajar Kitong Bisa sejak 2009 kurang lebih 1100 orang, dan sebagian dari lulusan tersebut telah menjalankan dan memiliki bisnisnya sendiri. Semenatar sebagian lagi memilih pekerjaan atau profesi sesuai dengan bakatnya. Maka replikasi metode ajar ini akan diterapkan juga di Rumpin Kokas,”jelasnya.

Dikemukakan, pusat belajar Kitong Bisa ini bisa menjalankan kurikulum Berbahasa Inggris, dan menanamkan tujuh karakter utama yang menciptakan individu yang kreatif dan inovatif.

“Kami menargetkan, akan ada setidaknya satu anak dan satu tim dari Kokas dari Rumah Pintar ini, yang akan membuat sebuah produk kreasi unggulan, dan di kompetisikan ke tingkat nasional dan internasional,”tutur Deisya.

Kemudian Lessy Warikar dan Nancy Marau, Kordinator program Pendidikan BP Tangguh LNG berharap kerjasama pihaknya dengan pusat belajar Kitong Bisa dengan UNCEN dalam berjalan baik. Tapi juga masyarakat setempat yang dipercayakan untuk mengelola.

Semangat dari kerjasama tiga sektor, yaitu pemerintah, perusahaan swasta, dan LSM lokal dapat terwujud. Kemudian diharapkan juga kepada lembaga pusat belajar Kitong Bisa agar dapat memperkenalkan pengajaran di Rumpin tersebut supaya bisa mengangkat karya-karya anak Kokas ke level Nasional dan Internasional. [**/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here