Buka Kegiatan DLP Triwulan I 2019 dan DIETPD, Gubernur Papua Barat Apresiasi BI

kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Papua Barat Triwulan I 2019 dan Diskusi Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah//IST
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Guna memajukan perekonomian Papua Barat. Perwakilan Bank Indonesia menggelar kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian (DLP) Provinsi Papua Barat Triwulan I 2019 dan Diskusi Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (DIETPD).
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam sambuntanya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi Setda Pemprov menyampaikan, apresiasi kepada Bank Indonesia yang seiring dengan perannya menjadi advisor dalam rangka memajukan perekonomian di Papua Barat.
Diantaranya seperti laporan perekonomian, kajian ekonomi tematik, pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan wanita, dan peredaran uang Rupiah.
“Kami berharap sinergi antar instansi lebih meningkat, sehingga pelaksanaan berbagai program kerja dapat selaras dalam mendorong ekonomi Papua Barat,”ujar saat membuka kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Papua Barat, di salah satu hotel termewah di Kota Manokwari, Kamis (23/05/2019).
Sejarah mencatat bahwa Papua Barat merupakan provinsi hasil pemekaran, maka lanjut dia, tentunya ini bukan tanpa tujuan. Tetapi salah satu tujuan dari pemekaran adalah adanya harapan yang lebih merata dalam konteks pembangunan di daerah yang kini dikenal dengan Bumi Kasuari.
“Salah satu aspek penting yang menjadi urat nadi pembangunan adalah perekonomian. Karakteristik ekonomi Papua Barat tidak berbeda jauh dengan Provinsi Papua. Kedua provinsi ini sama-sama digerakkan oleh komoditas tambang dalam perekonomiannya,”katanya.
Namun, dikemukakan, tentu akan lebih bijak apabila Papua Barat mulai mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, sehingga tidak bergantung pada komoditas yang tidak dapat terbarukan.
Menurutnya, potensi alam menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Papua Barat seperti hasil tangkapan ikan laut dan kayu olahan dari hutan di Papua Barat sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.
‘Tapi perlu adanya sebuah perlakuan khusus yang mampu memberikan nilai tambah sehingga produk tersebut dapat bersaing di pasar internasional,”tuturnya.
Selain itu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, sebut dia. perlu adanya peningkatan penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan ini dapat dicapai melalui dua cara yakni menambah lapangan pekerjaan atau meningkatkan kualitas SDM.
Disisi lain, Papua Barat masih memiliki isu penting terkait dengan pemenuhan pasokan, karena tercatat beberapa komoditas pokok yang harus didatangkan dari luar Papua Barat. Maka hal ini menunjukkan perlu adanya penyusunan program strategis oleh berbagai instansi.
“Kami berharap Bank Indonesia dapat semakin menunjukkan perannya sebagai strategic advisor pemerintah di bidang ekonomi. Penyampaian rekomendasi kebijakan yang didasarkan pada hasil riset yang terukur akan mampu memperbesar kemungkinan tercapainya kemajuan ekonomi di Papua Barat,”bebernya.
Berikutnya, dikatakannya juga, memanasnya kondisi keamanan di ibukota Negara sangat berbeda dengan kondisi di Papua Barat. Dimana, fenomena isu dan hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Namun, Papua Barat terbukti mampun menjaga menjaga kondisi keamanan pasca Pemilihan Umum (Pemilu).
“Kiranya hal positif ini dapat kita pertahankan dan kita replikasi ke berbagai aspek. Salah satu contohnya adalah perilaku berbelanja bijak pada momen Ramadan dan Idul Fitri,”terang dia.
Ditambahkan, hal itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian diteruskan kepada rekan-rekan se-instansi. Tetapi dirinya optimis, Papua Barat dapat kembali menjadi contoh bagi Indonesia, tidak hanya dalam hal menjaga kondisi pasca Pemilu, namun juga dalam hal pengendalian inflasi
Pada kesempatan ini, dia berharap juga kepada Bank Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan uang menjelang Idul Fitri, agar  budaya saling berbagi ketika Idul Fitri akan lebih bermakna jika masyarakat dapat menggunakan uang baru. Baik masyarakat di wilayah pesisir, maupun di pegunungan.
“Kami berharap masyarakat tidak mengalami kesulitan menarik uang melalui ATM selama libur nasional. Tentunya hal ini memerlukan upaya ekstra. Tapi demikian, kami yakin, amanah yang diberikan untuk melayani masyarakat akan mampu mendorong kita dalam melaksanakan tugas,”harapnya lagi.
Selain itu, diharapkan juga kepada rekan-rekan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun perbankan dapat termotivasi untuk terus meningkatkan elektronifikasi yang dimulai dari transaksi penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
Dimana melalui elektronifikasi transaksi pemerintah, Papua Barat mampu melangkah maju dan bersaing dengan provinsi lain. Untuk dia mengajak semua pihak harus mengikuti perkembangan teknologi dengan segala tantangan yang ada. [**/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here