SKK Migas Kerjasama dengan Fakultas Teknik Unipa, Ini Selengkapnya

Mahasiswa bersihkan ruangan//IST
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Guna mendirikan pusat informasi dan komunikasi industri minyak dan gas (Migas) Mahasiswa asli Papua mulai membersihkan salah satu ruangan, di Univertas Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, Senin (13/05/2019).
Pantaun media ini, mahasiswa dan mahasiswi yang sebagian besar adalah mahasiswa asli Papua di Unipa membersihkan secarar ruangan, di Fakultas Teknik Unipa.
Dimana, para mahasiswa memperbaiki fasilitas diantaranya kursi dan meja serta mengecet dinding.
Yuliunus Yogi, seorang mahasiswa mengatakan, pemdirian ruangan tersebut mendapat dukungan dari SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku.
Pasalnya, pihak SKK Migas telah melakukan kerjasama dengan Fakultas Teknik Unipa dalam rangka mendirikan pusat informasi dan komunikasi tersebut.
“Kami telah melakukan kordinasi dengan kaprodi dan dekan, dan mendapat dukungan penuh,”katanya.
Dijelaskan, ruangan yang di bersihkan ini akan di desain agar bisa digunakan untuk membaca, berdiskusi, pelatihan bahasa inggris, komunikasi, dan pelatihan pengembangan diri.
“Intinya, tempat ini akan mempersiapkan putra-putri Papua, yang saat ini sedang belajar di Unipa untuk melengkapi dirinya dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja, termasuk dunia Migas,”ujar Yogi.
Latar belakang pendirian pusat informasi dan komunikasi ini, adalah karena masih belum familiarnya sebagian besar masyarakat di Papua dan Papua Barat tentang Industri ini, khususnya Mahasiswa dan Civitas Akademika.
Padahal lanjut dia, industri Migas telah memberikan kontribusi yang sangat signifikan untuk pembangunan daerah, dan pendapatan negara, termasuk penyediaan lapangan pekerjaan bagi mereka yang memiliki Keterampilan.
Inisiatif pendirian pusat Informasi dan Komunikasi Migas ini di gagas oleh Kepala SKK Migas Wilayah Pamalu dijabat A Rinto Pudyantori.
“Yang telah mendirikan pusat informasi dan Komunikasi Migas di Universitas Cenderawasih, Jayapura, dan Universitas Pattimura, Ambon. Beliau berharap banyak akan keterlibatan yang lebih lagi dan meningkatnya keterampilan Mahasiswa Papua dan Papua Barat dalam Industri Migas ini,”terangnya.
Allan Ambraw dan Paskalis Pigai, dua mahasiswa asal Raja Ampat dan Paniai ditunjuk mengkonsepkan desain dan fitur dari denah ruangan Pusat Informasi dan Komunikasi ini.
“Kami ingin memadukan desain modern dari working space dengan menggunakan semangat anak milenial, tetapi tetap menonjolkan kekhasan budaya Tanah Papua, yang terlihat dari pemilihan warna dan motif cat ruangan ini,”jelas Paskalis Pigai.
Alan juga menambahkan untuk acara pembukaannya sendiri, yang sedianya akan dilakukan tanggal 21 Mei nanti, kami akan memadukan unsur modernitas, berbau teknologi, tetap dengan sentuhan budaya Papua dalam acaranya.
“Pak Rektor, kepala SKK igas, dan kepala dinas pertambangan provinsi akan diundang, maka kami berkomitmen penuh untuk menampilkan yang terbaik,”imbuh Alan Ambraw.
Alan yang juga konsultan dari organisasi KITONG BISA, yang berbasis pengembangan kepemudaan di Papua dan Papua Barat terlihat sibuk membimbing anggota klub ini KITONG BISA.
Hal ini ditunjuk oleh SKK Migas untuk menjadi pendamping bagi mahasiwa dan mahasiswi Unipa dalam proses persiapan dan operasi Migas Center ini nantinya. Ijut menyampaikan pujiannya atas kolaborasi dan kerja keras Mahasiswa dan Mahasiswi Papua di Unipa, dalam membangun klub Migas ini.
Selain itu, Ijut juga mengungkapkan kekagumannya atas daya kreasi anak-anak Papua yang dianggapnya sangat tinggi.
“Saya menyampaikan saja gambaran konsep dari pusat informasi ini seperti apa, mereka langsung dapat menjadikannya sebagai sebuah desain dan mengerjakannya dengan cepat, salut dengan bakat anak-anak Papua,”tambah Ijut.
Saat ini, sekitar 31 Mahasiswa dan Mahasiswi telah tergabung dalam unit kegiatan ini, akan tetapi Yulianus Yogi, selaku ketua klub kegiatan ini mengharapkan lebih banyak yang dapat mendaftarkan dirinya untuk menjadi bagian klub ini.
Yulianus mengajak Mahasiswa dan Mahasiswi Unipa dapat bergabung dan juga menghadiri upacara pembukaan resmi yang sedianya akan diadakan pada Hari Selasa, tanggal 21 Mei 2019 nanti.
“Kami tunggu kehadiran teman-teman di laboratorium perminyakan 2, Lantai 1, Fakultas Teknik Unipa, kami ada di sini hampir setiap hari. Kitong orang-orang Papua juga bisa diatas kitong pu kaki sendiri menggerakan Industri ini,”tutup Yogi. [***]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here