Rumainum: Wujudkan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Melalui Wirausaha Menuju PB Sejahtera

Calon Anggota DPR-RI Dapil Papua Barat, Jonathan Rumainum SE, MBA//

Manokwari,Papuabaratonline.com- Calon Anggota DPR-RI Dapil Papua barat Periode 2019-2024, Jonathan Rumainum, SE, MBA menilai, di Papua Barat, masih terdapat angka pengangguran terbuka yang tinggi, dan peluang untuk mendapatkan pekerjaan masih sangat sempit, sementara masih banyak juga masyarakat yang belum memiliki usaha tetap. Tentunya hal ini, akan menjadi persoalan yang berkepanjangan jika tidak disikapi secara bijak oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan di daerah.

Menurutnya, jika peluang pekerjaan yang sempit sementara angka pengangguran yang tinggi, maka pembangunan Ekonomi kerakyatan melalui berwirausaha perlu untuk didorong, sehingga masyarakat bisa memiliki usaha sendiri dan menciptakan  peluang  lapangan kerja baru untuk meningkatkan  kesejahteraan.

“ Berwirausaha melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan  Menengah ( UMKM) harus diadopsi untuk membangun atau meningkatkan kesejahtraan masyarakat Papua Barat,  merupakan visi saya dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi kerakyatkan untuk PB Sejahtera,”Jelas Rumainum minggu (1/4/2019) kepada Papuabaratonline.com.

Tentunya kata Rumainum, visinya tidak terlepas dari visi besar Partai Persatuan Indonesia (Perindo), mewujudkan Indonesia Sejahtera, melalui salah satu program unggulan Perindo  yaitu UMKM  untuk membuka peluang usaha baru dan  menciptakan lapangan pekerjaan.

Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam yang sangat  menarik bagi para investor baik dalam dan luar negeri, hal ini  harus diimbangi dengan penyediaan tenaga kerja lokal yang siap untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja  terampil yang dibutuhkan oleh para investor tersebut.

Sumber daya alam ini dapat juga dikelola sendiri melalui UMKM untuk menciptakan peluang usaha baru bagi wirausahawan local sekaligus mebuka lapangan  kerja. Hadirnya Investor dari luar akan juga memberikan dampak multiply effect yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM didaerah ini.

Potensi sumber daya alam  yang menjanjikan ini berbanding terbalik dengan  meningkatnya angka pengangguran tenaga kerja lokal di Papua Barat yang terus meningkat. Produksi angkatan kerja setiap tahun melalui perguruan tinggi maupun Sekolah Menengah Atas di Papua Barat terus bertambah sementara penyediaan lapangan pekerjaan  terbatas dan kalaupun ada akan diisi oleh tenaga skill ( terampil) dari luar Papua Barat.

Untuk itu lanjut Rumainum bahwa guna menciptakan tenaga yang terampil  untuk mengisi peluang kerja yang ada di Papua Barat , maka Balai Latihan Kerja (BLK) di kabupaten kota perlu  dimaksimalkan, baik dalam penyediaan  fasilitas pelatihan maupun peningkatan kwalitas trainer.

Dengan terciptanya tenaga kerja lokal terampil yang dapat disalurkan untuk mengisi kebutuhan pekerjaan yang ada, akan mengurangi angka pengangguran dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tenaga terampil tersebut dapat juga membuka peluang pekerjaan baru melalui UMKM dari hasil yang diperoleh selama mengikuti pelatihan di BLK tersebut.

Apabila BLK telah dapat menghasilkan tenaga-tenaga kerja lokal khususnya tenaga kerja  asli Papua yang berkompeten untuk berwirasuaha maupun dipekerjakan dalam mengisi peluang kerja yang ada, maka kemudian perlu didorong  regulasi khusus untuk memproteksi penggunaan tenaga kerja(TK)  lokal dan membatasi penggunaan tenaga kerja terampil dari luar Papua Barat.

“Ciptakan BLK yang professional   untuk melatih TK lokal yang berkompeten, misalnya tenaga welder (tukang las), tenaga mekanik, electrician (montir listrik),operator computer, operator alat berat dan lainnya, Jika sudah dapat  memproduksi TK yang berkompeten maka diperlukan peraturan daerah untuk melindungi dan memaksimalkan penggunaan TK local dan membatasi penggunaan  TK dari luar,  karena kita sendiri sudah kompeten,”.beber Rumainum

Dengan demikian, barulah kita dapat berbicara kesejahtraan, setiap orang harus mempunyai nilai jual untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Rumainum mencontohkan kasus yang sama ditemui di kab Teluk Wondama , banyak potensi alam (kelautan dan pariwisata) disana yang dapat dikembang melalui UMKM , tetapi masyarakat  terkendala dengan keterampilan wirausaha dan dana untuk mengelolah sumber daya tersebut guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Berbicara kesejahteraan , orang harus memiliki penghasilan tetap yang dapat diperoleh untuk membiayai hidup pribadi dan keluarga. Hal ini bisa dilakukan  dengan bekerja diberbagai bidang pekerjaan yang ada baik sebagai pegawai negeri maupun swasta.

“Kita berbicara bagaimana tenaga terampil  OAP bisa diberdayakan dengan melirik potensi wirausaha di sekitarnya selain keinginan untuk menjadi Pegawai Negeri sipil (PNS),”ujarnya

Berdasarkan data statistik angka pengangguran di PB cukup  tinggi, sementara setiap tahun perguruan tinggi   mencetak sarjana, lulusan SLTA dan juga anak-anak yang putus sekolah. “Nah ini mau dibawa kemana kondisi ini, jika masyrakat tidak diberdayakan melalui wirausaha,”tandas Rumainum

DItandaskan bahwa Papua Barat memiliki potensi sumber daya alam yang menjanjikan seperti potensi Pariwisata, Pertanian, Pertambangan, Minyak dan Gas Bumi,. Ini yang harus dicoba untuk dikembangkan sehingga menciptakan peluang pekerjaan baru melalui wirausaha tersebut.

“Jika tidak kita akan terus jadi konsumen saja, tidak pernah jadi pemilik usaha”Tandas Rumainum

Caleg DPR-RI Nomor urut 2 yang disusung Partai Perindo ini juga meminta kepada seluruh masayarakat di Provinsi Papua Barat, untuk mendukungnya pada pileg tanggal 17 april 2019, dengan harapan kemudian dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan dan keinginan Masyrakat PB.(GG)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here