Rakoornis PUPR PB, Gubernur Sebut, Banyak Jalan Rusak Provinsi Yang Harus Jadi Perhatian Pemerintah

Rakoornis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Selasa (26/3) di Hotel Aston Manokwari.

Manokwari,Papuabaratonline.com- Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan M.Si menyebutkan, masih banyak ruas jalan Provinsi Papua Barat yang rusak dan belum ditangani secara optimal. Untuk itu kedepan, akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi untuk segera mengoptimalkan pembangunan jalan tersebut.

“Dari sepanjang 2.309 km  jalan yang dibawah kewenangan provinsi, hanya 638 KM atau 27,6 Persen yang sudah diaspal dan dalam kondisi baik,” Sebut Gubernur, saat membacakan sambutannya, pada Rakoornis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua Barat selasa (26/3/2019) Di Hotel Aston.

Sedangkan, sepanjang 1.671 km atau 72 persen masih berupa jalan tanah dan dalam kondisi rusak. Selain itu sempitnya jalan di manowkari sangat mempengaruhi citra dan Wajah Ibu Kota Provinsi PB. Kemudian belum optimalnya pemeliharaan saluran irigasi di 11 Wilayah yang menjadi kewenangan Provinsi, ketersediaan TPA diberbagai Wilayah Prov PB.

Selain itu, lanjut Dominggus, perumahan dan beberapa hal terkait lainnya juga harus menjadi perhatian dinas PUPR, yaitu perumahan bagi OAP (Orang Asli Papua) . Rumah yang dibangun untuk OAP pada umumnya dilakukan per tahun, hingga saat ini tercatat sekitar 200 unit rumah yang sudah dibangun pemerintah.

Masih tingginginya abrasi pantai akibat ombak. Dan sering munculnya permasalahan hak ulayat dalam pengadaan tanah bagi pembangunan infrastruktur dasar Daerah.

Kondisi geografis Wilayah berupa pegunungan dan kepulauan telah mengakibatkan kesulitan dan mahalnya pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di wilayah Provinsi PB. Masih terdapat 13 kawasan permukiman kumuh yang tersebar  diwilayah Kabupaten Kota dengan penanganan yang kurang optimal.

Melihat persoalan tersebut, tentu diperlukan penananganan yang serius dan tindak lanjut secara teknis.

“Saya mengingatkan agar semua program dan kegiatan yang disusun harus dan wajib memperhatikan rencana tata ruang wilayah,”tandas Dominggus

Diharapkan hasil Rakoornis ini juga dapat menjadi masukan bagi tim revisi dalam mengkaji kembali struktur dan pola ruang di Papua Barat serta penetapan kawasan strategis Provinsi.(GG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here