Wagub PB Hadiri Rapat Koordinasi Daerah Khusus Di Yogyakarta

0
1013
Pembukaan Rapat Koordinasi Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) Daerah Khusus/Istimewa Di Yogyakarta Rabu 27 Februari Hingga 1 Maret 2019.

Manokwari,Papuabaratonline-com-Wakil Gubernur Papua Barat  Mohamad Lakotani SH,M.Si  menghadiri Rapat Koordinasi Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) Daerah Khusus/Istimewa 2019 di Yogyakarta yang dimulai sejak tanggal 27 Februari hingga 1 Maret 2019. Rakoor tersebut khusus untuk 5 Daerah khusus di Indonesia yang mendapatkan Otonomi Khusus (Otsus) termasuk Papua dan Papua Barat.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam, saat membacakan sambutan Gubernur DIY Sry Sultan Hamengku Alam X, Rabu (27/2/2019) mengungkapkan, daerah yang memiliki kekhususan, sebagaimana wilayah desentralisasi asimetris harus mampu menjadi pedoman arah pembangunan yang sesungguhnya. Daerah khusus/istimewa juga harus dapat menjadi teladan bagi seluruh rakyat, jauh dari kesan negatif, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, atau tindakan yang tidak pantas.

Semua pihak kata Wagub DIY, harus bangkit dengan penuh kesadaran untuk melakukan transformasi menata perubahan masa depan.

“Saya memiliki harapan, daerah yang memiliki desentralisasi asimetris, termasuk DIY harus mampu dan bisa menjadi inspirasi perubahan. Tentu untuk menyongsong terwujudnya peradaban baru yang memuliakan harkat dan martabat manusia. Maka, kita semua harus terus bekerja keras, berpikir cerdas, dan menghasilkan karya mewujudkan peradaban masa depan,”ujarnya

Kegiatan ini menjadi momentum melakukan komtemplasi atas perjalanan pembangunan daerah khusus. Prinsipnya, alokasi anggaran yang diberikan memiliki muara yang sama, yakni harus digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Di sisi lain, tantangan pengentasan kemiskinan dan penurunan ketimpangan pembangunan merupakan problematika nyata yang mendesak untuk ditangani.

“Kehadiran Gubernur atau pejabat yang mewakili daerah dengan status desentralisasi asimetris ini, diharapkan mampu bersama-sama penuh sinergisitas dalam pelaksanaan urusan otonomi khusus maupun istimewa,”tegas Wakil Gubernur DIY.

Wakil gubernur DIY mengatakan berbicara tentang keistimewaan atau Otonomi Khusus, tidak sekedar terkait konteks demokrasi dan teknis tata kelola administrasi pemerintahan saja. Namun adanya kesadaran bahwa alokasi dana keistimewaan dan otonomi khusus itu esensinya berasal dari uang rakyat.

“Yang artinya, setiap rupiah yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena selaku provinsi yang memiliki keistimewaan diharapkan bukan merupakan hadiah pemerintah atau sekedar status saja melainkan Keistimewaan merupakan apresiasi atas perjalanan seluruh elemen wilayah ini terhadap keberlangsungan republik, keberlanjutan demokrasi, keberlangsungan keragaman, eksistensi atas kearifan lokal.”imbuhnya

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, Hadi Prabowo saat membacakan amanah Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan, pemilihan tema rakor tahun ini sangat tepat, mengingat pemerintah saat ini sedang menuju pencapaian target dan sasaran pembangunan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokrasi, dan terpercaya.

Ditambahkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Sekretariat Daerah DIY Drs. Tavip Agus Rayanto mengatakan, Rakoor tersebut dilakukan bertujuan untuk memotivasi penyelenggara pemerintah daerah khusus/istimewa untuk saling belajar dan bertukar pikiran demi kepentingan nusa dan daerah. Rakoor tersebut membentuk panel-panel diskusi membahas permasalahan yang terjadi di 5 provinsi tersebut guna mencari solusi terhadap tantangan yang ada.

Dalam acara Pembukaan, yang di hadiri oleh 5 provinsi khusus yakni Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X Dari Daerah Istimewa Yogyakarta selaku Tuan rumah, wakil Gubernur Papua barat Mohamad Lakotani,SH.M.Si, Sekretaris Daerah provinsi Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen, S. IP. M.KP, Asisten 1 Pemerintahan setda Daerah Khusus Ibukota Jakarta Drg. Artal Reswan W. Soeharjo MM.MH, Plt. Gubernur Daerah Istimewa Aceh Ir. H Nova Iriansyah.MT

Pada kesempatan tersebut, Wagub Papua Barat juga turut memaparkan materi terkait Daerah Kekhususan bersama 5 pejabat Daerah Provinsi Khusus / Istimewa. Usai mengikuti pembukaan, Wakil Gubernur Papua Barat menyempatkan bertemua dengan Perwakilan Mahasiswa Mahasiswi Papua Barat dan Papua yang termasuk dalam program afirmasi pendidikan perguruan tinggi dan menengah di DIY.(GG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here