Tahun ini, Perdasus Perlindungan Hak Cipta OAP Masuk Produk Legislasi DPR PB

Mozes Rudy F. Timisela//IST
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Sikapi keluhan para Seniman dan Pengrajin Noken Papua terkait Perdasus tentang perlindungan hak cipta seni budaya maupun Noken. Mozes Rudy F. Timisela, salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Barat angkat bicara.
Menurutnya, regulasi tentang perlindungan terhadap hasil karya atau hak cipta orang asli Papua (OAP) terlebih khusus untuk melindungi hasil karya dari para Seniman asli Papua, saat ini menjadi perenungan bersama antara  Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) dan Fraksi Golkar di DPR Provinsi Papua Barat.
“Kami sudah memasukan dalam daftar produk legislasi daerah yang akan diperjuangkan di priodesasi berikutnya atau di tahun 2019 ini. Jadi hal ini sudah menjadi pembicaraan bersama dan ini sangat luar bisa,”kata Mozes Rudy F. Timisela, Anggota DPR Papua Barat kepada papuabaratonline.com, Kamis (7/02/2019).
Maka, dirinya berharap kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat dalam hal ini Biro Hukum untuk mendorong regulasi tersebut, karena dari DRP Fraksi Otsus dan Fraksi Golkar sudau mendapatkan banyak aspirasi-aspiras yang berkaitan dengan perlindungan hak cipta OAP.
“Tinggal bagaimana kita melanjutkannya bersama pemerintah dan ini harus dimulai dari Pemprov dengan semangat bapak gubernur untuk membuat hari budaya yang kemudian mendapat apresiasi, maka saya terlalu yakin bahwa gubernur akan memerintah dinas parawisata untuk membuat rancangannya,”sebut Anggota DPR Papua Barat dari Fraksi Golkar ini.
Kemudian, lanjutnya, rancangan itu akan dibahas secara internal dengan Biro Hukum Pemprov Papua Barat dan dilanjutkan atau dikirim ke DPR. Sambungnya, apabila sudah sampai di DPR, maka sudah barang tentu tidak akan ditolak.
“Maka secara pribadi, kami dari Fraksi Golkar mendukung apa yang disampaikan oleh para seniman dan pengrajin noken di Papua Barat. Semoga ini bisa menjadi semangat bersama untuk diperjuangkan secara bersama-sama,”ucapnya.
Timisela menambahkan, di momen HUT Seni Budaya Papua Barat ini harus menghasilkan apa yang menjadi kebutuhan para Seniman dan Pengrajin Noken di Provinsi Papua Barat. Dimana, Perdasus tersebut kedepan sudah bisa dipergunakan untuk melindungi hasil-hasil karya dari OAP terutama dalam konteks kebudaya dan industri kreatif lainnya.
“Itu bisa menjadi rujukan agar anak-anak asli Papua sendiri yang kelak melaksanakan dan menjaga serta menjadi pengusahanya sebelum pindah ke tangan-tangan lain dalam bentuk usaha yang lain. Pada prisipnya saya setuju dengan Perdasus itu,”pungkasnya. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here