Awali Tahun 2019, Jemaat Kemah Daud Gelar Ibadah KKR di Kota Injil

KKR Jemaat Kemah Daud//RED
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Dalam rangka membangun semangat Iman dan Rohani Umat Kristen di Tanah Papua khususnya di Kota Injil Manokwari. Jemaat Kemah Daud menggelar Ibadah Kebangkitan Kebangunan Rohani (KKR).
Kegiatan Ibadah KKR yang dilaksankan di gedung organisasi wanita (GOW) Kabupaten Manokwari, Minggu (20/01/2019) sekira pukul 18.00 WIT sampai dengan pukul 22.00 WIT itu hadiri ratusan umat kristiani dari berbagai Dedominasi Gereja di Manokwari. Dalam perayaan Ibadah KKR tersebut juga dihadirkan Pastor Daniel Raj sebagai pembicara.
“Kami sebagai gembala punya tanggungjawab terhadap umat di Manokwari. Pertama kita lihat bahwa pemeliharaan Tuhan selama tahun 2018 sampai memasuki tahun 2019 dengan sukses dan itu berdasarkan keyakinan kita yang telah menjadi dasar bagi gereja-gereja Tuhan diatas dinegeri ini,”ucap Gembala Sidang Jemaat Kemah Daud di Kabupaten Manokwari, Pastor Lodewiy Mapahai, SR kepada wartawan, di GOW Manokwari, Senin (21/01/2019).
Sehingga, lanjut dia, dalam Ibadah KKR ini digunakan tema ‘Percayalah selama-lamanya bahwa Tuhan adalah gunung batu’. Dimana, umat kristiani tetap percaya kepada Tuhan sebagai gunung batu terlebih khusus di Provinsi Papua dan Papua Barat.
“Tapi lebih khusus di Manokwari sebagai tempat peradaban. Nah bagaiman supaya Iman kita ini tidak terfokus dalam satu sisi, tapi kalau bisa semua umat Kristen dari berbagai dedominasi gereja harus menerima,”tutur Mapahai.
Sebagai gembala gereja, Mapahai melihat bahwa selama ini keberadaan gereja hanya khusus untuk orang-orang sehat dalalam hal ini orang-orang yang bisa melangkah ke gereja. Sedangkan memiliki kekurangan secara rohani tidak bisa datang, sehingga Ibadah KKR ini dibuat untuk siapa saja dan dibuat bisa dimana saja.
“Sehingga tujuan dari kebangunan artinya membangun semangat Iman yang lemah, karena situasi dan kondisi yang dihadap, entah itu baik maupun tidak. Tapi apabila ada KKR seperti ini bisa membangun menyadarkan atau menyelamat umat yang terlah jauh dari Tuhan atau yang dianggap cacat rohani,”ujarnya.
Maka, Mapahami menekankan, tujuan dilaksanakannya Ibadah KKR ini untuk bersyukur atas lawatan Tuhan hari lepas hari sampai dengan sukses. Dikemukakannya, tanah Papua tidak seperti daerah-daerah lain.
“Kita pada prinsipnya mayoritas, hanya kita minim di dalam penempatan diri. Kita mau membangun kembali sebagai umat Kristen. Tadinya kami upayakan harus dilaksanakan dilapangan terbuka, tetapi karena cuaca kurang, maka dibuat saja di dalam gedung,”tutur dia.
Disamping itu, Mapahai mengemukakan dalam Ibadah KKR yang dilaksanakan itu tidak hanya pelayanan khotbah, tetapi ada juga pelayanan penyembuhan Ilahi bagi umat Kristen yang sakit karena Iman dan Rohani serta Jasmani.
“Sebab Alkibat mengajar tentang masalah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Nah roh ini adalah untuk membangkitkan semangat. Sekerang kita ini seperti umat kriten yang tidak pernah kena angin. Jadi Roh Kudus sebagai angin segar karena kita bersemangat memuji Tuhan,”kata dia.
Sementara Ketua Panitia Ibadah KKR, Jualiani A. Mandacan menyampaikan Ibadah KKR ini akan dilaksanakan selama tiga hari yaitu 20-22 Januari 2019 mendatang.
“KKR ini tidak sebatas daerah kota, tapi kami telah mengundang semua jemaat di seluruh Manokwari Raya. Jadi tidak sebatas jemaat Kemah Daud , kita ini memang hanya sebatas manokwari,”jelas Juliana Mandacan.
Dikemukakan, Ibadah KKR sudah dilaksanakan kedua kali yakni pertama dilaksanakan khusus untuk jemaat Kemah Daud di wilayah Manokwari dan kedua yang saat n ini berlangsung, tetapi ini jumlahnya cukup besar.
“Saya bersyukur, karena kita bersama-sama lagi dengan seluruh masyarakat umat kristiani di manokwari terlebih khusus dengan bapak gembala sidang jemaat,”tutupnya. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here