Unggulkan Tiga Komoditas Dalam HUT Perkebunan, Gubernur Papua Barat Terima Penghargaan

Jacob fonataba//GG
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Dalam rangka mengenalkan potensi perkebunan. Pemerintah Provinsi Papua (Pemprov) mengirim 30 orang dari berbagai daerah di Papua Barat ikut perayaan HUT ke-61 tahun Perkebunan dan Pemerkan Komoditas Perkebunan, di Gedung Sate, Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada 10 Desember 2018.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Jacob fonataba mengatakan, tujuan 30 orang itu dikirim mengikuti parayaan HUT Perkebunan  sekaligus mengikuti pameran potensi perkebunan.
30 orang delegasi Papua Barat ini terdiri dari Kabupaten Mansel, Fakfak, Manokwari, dan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi. Kegiatan HUT itu bertemakan ‘Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan’.
Pameran Komoditas Perkebunan asal Papua Barat di Bandung//GG
Menurutnya, selain itu potensi Kelapa Sawit dan Kopi juga menjadi komoditi unggulan yang di promosikan disana. Tak hanyan itu, dalam ajang pameran dan seminar yang di ikuti juga akan di promosikan produk olahan yang berasal dari beberapa wilayah di Papua Barat.
“10 Desember adalah hari untuk memperingati dan akan di isi dengan pemberian penghargaan kepada pimpinan daerah yang ikut mendukung kegiatan perkebunan di wilayahnya,”kata dia.
Maka, dia menyebutkan bahwa penghargaan dari kementerian pertanian itu juga akan diberikan kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan sebagai tanda kepedulian terhadap pembangunan Perkebunan untuk kesejahteraan rakyat.
Disamping itu, dalam rangka pemberdayaan maayarakat khusus di komoditas Pala di Fakfak dan Kaimana, Gubernur Dominggu Mandacan melakukan penandatangan MoU dengan Kementeria Pertanian dan menerima penghargaan tersebut.
Lokasi Pameran Perkebunan di Bandung//GG
Ditambahkan, kegiatan pameran ini sudah dibuka dari 6-9 Desember, dan dilanjutlan 10 Desember (hari ini) untuk peringtan hari puncaknya.
“Masyarakat banyak yan minat mengunjungi. Setelah melihat potensi dan pengolahan hasil seperti pala yg sudah dirubah menjadi minyak tiri, ada minuman moskada, dan juga ada kopi yang sudah diolah sangat antusias, bahkan ada pengunjung yang menyukai rasa kopi dari pegunungan arfak dan membawa pulang, karena cita rasanya jauh lebih enak dibandingkan kopi yg ada dibeberapa stan yg juga ikut berpatisipasi,”tambahnya.
Dirinya berharap dengan adanya event seperti ini menjadi peluang bagi papua barat untuk menunjukkan potensi yg dulunya kita berjaya dalam bidang perkebunan, akan dikembangkan kembali.
“Pemerintah akan berupaya mendukung dari berbagai insfrastuktur termasuk sampai keprosesi hasil dan bagaimana komoditas ini mendapatkan pasar diluar, dan untuk dapat ekspor keluar, terutama Fakfak sudah berproduksi,”tutupnya. [GG/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here