Perkumpulan Ojek di Manokwari Dukung TNI dan Polri Berantas KKB

0
6288
Spanduk Aksi Spontanitas//RED
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Menyikapi peristiwa mengenaskan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Perkumpulan Ojek Bintang Nusantara (PO-BINUS) di Manokwari, Papua Barat melakukan aksi spontanitas penandatanganan petisi dukungan, Jumat (7/12/2018).
Pantauan Papuabaratonline.com, aksi yang berlangsung di simpang jalan Merdeka sekira pukul 10 WIT sampai dengan pukul 12.00 WIT itu terlihat dua buah spanduk yakni sata buah spakduk tandatangan petisi dan satunya bertulisan ‘Perkumpulan Ojek Bintang Nusantara Mendukung TNI dan Polri menindak tegas KKB yang menewaskan 31 orang tenaga kerja di Nduga Papua. Kami Papua pingin ada pembangunan, jangan halangi pembangunan di Tanah Papua’ .
“Tindakan perkupulan ojek ini untuk menyerukan kedamaian diatas tanah Papua. Mengigat kejadian yang terjadi di Nduga, saudara-saudara kita yang dibantai, dan yang dibunuh,”kata Koordinato Aksi, Anton Worobai kepada wartawan, Jumat (7/12/2018).
Perkumpulan Ojek Binus Manokwari saat aksi//RED
Padahal menurutnya, para korban pembantaian ini sedang melakukan pembangunan dan mereka (korban-red) tersebut tidak mengetahui persoalan. Namun, dibantai oleh kelompok krimanal bersenjata (KKB).
“Pembangunan itu dilakukan untuk saudara-saudara yang diatas tanah ini. Tenaga-tenaga yang datang dari berbagai daerah ini akan pulang kembali ke daerah asalnya, tapi kenapa mereka harus dibunuh seperti itu,”ujarnya.
Oleh sebab itu, dirinya menyerukan untuk mendukung TNI dan Polri memberantas terhadap kelompok-kelompok yang melakukan tindakan kriminal di Tanah Papua terlebih khusus yang menghalangi pembangunan.
“Sebab Papua masih butuh pembangunan. Kalau kita melakukan hal ini terus menerus, akan menghambat pembangunan di tanah papua. Sementara kita selalu berstetmen perubahan dalam konteks Otsus,”ucap Worobai.
Padahal kata dia, orang Papua sendiri yang menghalangi pembangunan yang dilakukan pemerintah pusa, maupun daerah.
“Jadi kita harus sadar sebagai orang Papua. Kita boleh melakukan tindakan kita, tapi tindakan seperti apa dan dimana tempat kita harus salurkan. Bukan kita harus lakukan pembantai,”bebernya.
Menurutnya, akibat peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu, akan berdampak kepada masyarakat sipil di sekitar lokasi kerja secara khusus dan secara umum di tanah Papua.
“Hari senin kami akan turunkan massa yang lebih besar selain penandatanganan petisi. Kemudian dokumen itu akan dibawa ke Kodam XVIII Kasuari dan Polda Papua Barat,”tegasnya.
Disamping itu, Koordinator aksi menyampailan turut berdukacita atas kejadian itu dan itu kejadian yang tidak manusiawi, karena menurutnya para korban sudah rampok dan ditembak.
“Kami berharap semoga kelompok-kelompok itu harus diberantas supaya jangan lagi menghalangi pembangunan di tanah Papua,”tandasnya. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here