Ini Data Sementara ULMWP Terkait Penangkapan Aktivis pro-Papua Merdeka 1 Desember 2018

Aksi 1 Desember 2018 di salah satu daerah//IST
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Ratusan aktivis pro-papua merdeka diamankan atau ditangkap aparat keamanan di beberapa daerah di Indonesia, Sabtu (1/12/2018).
Hal ini dikatakan Markus Haluk, Direktur Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang dikonfirmasi papuabaratonline.com, Sabtu (1/12/2018).
Dikatakannya, aktivis Papua ini ditangkapkan karena menggelar aksi memperingati 57 tahun Kemerdekaan Papua pada 1 Desember 1961.
“Sesuai hasil Up date ULMWP pukul 12.12 WIT aktivis pro Papua Merdeka yang ditangkap yakni di Kupang 18 orang, Ambon 43 orang, Ternate 99 orang, dan satunya sedang dirawat di rumah sakit karena sesak napas,”kata Markus Haluk.
Kemudian, lanjutnya, penagkapan aktivis pro Papua Merdeka di Jayapura kurang lebih 43 orang. Sedangkan, untuk massa aksi yang dikepung di YLBHI Jakarta sementara belum diketahui.
“Surabaya ratusan masa menuju. Asrama kamasan III, beberapa masahasiswa luka-luka dan di Yapen-Serui 4 orang ditangkap saat melakukan Ibadah di gereja urey Faisey,”sebut Haluk.
Ke empat orang tersebut yang dibawa ke Mapoldares Waropen adalah Jhon Wenggy, Yulianus Kowela, Monika Imbiri, dan Viktot Daimboa.
Tak hanya itu, katanya, sebeluamnya aparat juga melakukan swiping di Sekretariat KNPB pusat di Jayapura sejak 30 Novomber 2018 lalu.
“Pada 1 Des sekitar pukul 05.00 waktu Papua, sekretariat KNPB di Asmat di duga dibakar oleh aparat keamanan dan sekretariat KNPB wilayah timika digeledah dan dihancurkan oleh gabungan aparat keamanan,”bebernya.
Dia menambahkan, sekretariat KNPB di Sorong Raya di kepung dan terjadi pengrusalan. Kemudian, 44 orang di Sentani Kabupaten Jayapura, Papua juga di tangkap sekitar pukul 12. 15 WIT mereka diangkut Mapolres Jayapura di Doyo, Sentani, Papua. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here