Warga Temukan Bakteri dan Lumut Dalam Air Galon??

Postingan Warga di Facebook//RED
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Diduga Warga Kota Manokwari, di Provinsi Papua Barat kembali temukan bakteri dan lumut dalam Galon air minum isi ulang.
Demikian hal ini dikatakan Therry, salah satu warga dalam akun facebooknya yang menggunakan nama Therry Urick, Sabtu (24/11/2018).
Dalam postingan akun facebooknya berisikan beberapa video dan foto di akun sosial media (Sosmed) miliknya, mengaku resah akibat air minum galong isi ulang yang dibelinya milik salah satu pengusaha Depot Air Minum di wilayah Kota Manokwari.
“Tolong bagi yang jual air galon dikabupaten manokwari, saya sangat berharap untuk menjaga kebersihannya harus kami ini manusia. Lumut banyak di dalam kemasan air galon ini. kalian pikir kita ini bin***ng ka yang mau minum Air lumut??,”Katanya.
Menurutnya, kemasan air yang beredar itu diduga kuat tak layak konsumsi, karena air galon tersebut sudah terkontaminasi dengan bakteri, dan diduga telah lemahnya pengawasan dari pihak terkait termasuk instansi Dinas Kesehatan, Balai Pom Manokwari dalam hal pengawasan Makanan dan Minuman Halal dan higienis.
“Saya heran kok bisa dapat ijin usaha sedangkan kualitasnya jauh dari kata layak. Semoga menjadi pengalaman buat bpa/ibu/kaka, kita semua kalau mau beli Air galon harap hati – hati Karna ada oknum yang tidak menjaga kebersihan. Kesehatan kita jauh lebih penting,”ujar dia.
Sementara itu, Kepala Balai POM di Manokwari Mojaza Sirait, S.Si., Apt, yang dikonfirmasi menegaskan, pihaknya telah melakukan pengawasan secara berkala terlebih khusus air minum isi ulang di Manokwari.
“Terima kasih atas laporannya, kami akan tindaklanjuti informasi tersebut dengan berkoordinasi dan bekerjasama dgn dinas terkait di kabupaten sebagai pemberi izin,”tulisnya melalui pesan whatsAp.
Mengenai laporan warga terkait persoalan-persoalan tersebut, dia mengemukakan, belum ada laporan atau pengaduan.
“Akan kami konfirmasi kepada pemberi informasi, dimana produk tersebut dibeli. Dan Saran saya lagi, lebih tepat lagi hubungi Dinas terkait di Kabupaten sebagai pembina dan pemberi izin, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Perindag dan Badan Perizinan,”tandasnya. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here