Jaga Identitas, MRP Gelar pra-Launching Data Base Marga Suku Maybrat

0
5086
Kegiatan pra-Launching Data Base//RED
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Guna menjaga dan melindulingi identitas Suku Maybrat. Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat perwakilan Masyarakat Adat Maybrat menggelar pra-Launcing data base marga, Kamis (22/11/2018).
Pra-Luanching yang mengusung thema umum ‘Jaga Marga, Jaga Dusun, Jaga Suku’ dan thema khusus ‘Dengan data base marga /fam kita jaga budaya dan eksistensi orang asli Papua’ tersebut dilaksanakan di Aula Fakultas Pertanian, Unipa, Manokwari dari pukul 15.00 WIT sampai dengan pukul 23.00 WIT.
Dalam kegiatan itu diikuti ratusan masyarakat, pemuda, dan mahasiswa asal Suku Maybrat. Kemudian melibatkan pemateri dari MRP yakni Anggota Pokja Adat MRP Provinsi Papua Barat, Semuel Kambuaya, S.Sos.
Anggota MRP Provinsi Papua Barat perwakilan Masyakat Adat Maybrat, Semuel Kambuaya saat membawa materi//RED
“Tujuan pra-launching marga dari suku maybrat ini, pertama sebagai informasi penting bagi orang maybrat dimana saja tentang marga-marga yang tersebar di suku maybrat, tapi juga supaya mereka saling mengenal dan mengetahui marga masing-masing dari 9 sub-suku yang ada,”ujar Semuel Kambuaya, S.Sos, Anggota MRP Papua Barat perwailan Masyarakat Adat Maybrat kepada Papuabaratonline, usai kegiatan, Kamis (22/11/2018).
Menurutnya, sejak dari leluhur atau moyang hingga saat ini belum ada data base marga khusus dari Suku Maybrat dan kegiatan tersebut sangat diresponi oleh orang maybrat.
“Kami orang maybrat itu satu suku dan mempunyai satu bahasa, satu budaya dengan jumlah sementara hampir 158 marga. Tapi sampai hari ini kita tidak saling mengenal,”ucapnya.
Kemudian lanjutnya, tujuan dari pendataan tersebut juga untuk membantu pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan pembangunan, karena selama masih banyak marga-marga di suku maybrat yang belum tersentuh pembangunan.
“Data base ini akan diserahkan kepada pemerintah daerah kabupaten maybrat dalam rangka pengambilan kebijakan dalam pembangunan di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi kerakyatan dan lain sebagainya,”jelasnya.
Dicontohkannya bahwa seperti seleksi atau tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) itu selalu marga-marga orang maybrat yang terkenal seperti Kambuaya yang merasakan kebijakan pemerintah.
“Tapia da marga-marga yang selama ini merasa terpinggirkan atau terabaikan. Jadi itu harus ada pemerataan dan perhatian dari pemerintah,”tutur dia.
Selain itu, dia menyebutkan, data base tersebut juga untuk mewujudkan implementasi visi dan misinya pada saat masuk menjadi anggota MRP. Dimana, kata dia, pendatan marga ini adalah salah satu program yang di paparkan atau dibacakan pada saat dirinya mengikuti seleksi MRP.
“Jadi ada lima program disitu, salah satunya menyangkut penguatan kearifan lokal dan sungguh apa yang kita lakukan ini mendapat respon dari semua pihak,”katanya.
Sebagai inisiator dan juga selaku perwakilan suku maybrat, dia menyebutkan bahwa untuk mengawal program kearifan lokal yang dilaksanakan dia (Semuel Kambuaya-red) akan mendorong semua regulasi dalam bentuk pendasus ke pemda maybrat terkait perlindungan kearifan lokal suku asli maybrat.
“Supaya kedepan itu bahasa daerah bisa diajarkan atau dimasuk dalam kurikulum dan wajib diajarkan dari SD, SMP, dan SMA. Karena pengaruh dan tantangan globlisasi sekarang membuat generasi cenderung menggunakan bahasa resmi, sehingga mereka melupakan bahasa daerah mereka sendiri,”beber Semuel Kambuaya.
Dikemukakannya, program terkait pendataan marga ini sudah dilakukan sebelum dirinya menjadi anggota MRP dan saat ini baru di lakukan pra-launching. Tak hanya itu, pendataan tersebut juga dilakukan melalui reses dan semua tokoh masyarakat maybrat maupun intelektual semua di undang untuk memberikan masukan dan saran.
“Ini baru pra-launching, dan terlebih dahulu kita harus munculkan supaya diketahui. Nanti launching atau acara puncaknya itu dilakukan pada saat HUT ke-82 tahun Pekabaran Injil (PI) pada 17 januari 2019 masuk di maybrat,”sebutnya.
Oleh sebab itu, melalui pra-launching dirinya berharap kepada seluruh masyarakat Adat Maybrat, DPRD, dan Pemda agar dapat memberikan dukungan sampai secara resmi data base marga ini di launching.
“Sehingga orang maybrat di dalam negeri maupun luar negeri dapat mengetahui marga-marga orang maybrat jumlahnya berapa. Pendataan marga ini tidak menyentuh kepada pemilik hak ulayat, karena itu butuh proses yang panjang,”tandasnya. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here