Meriahkan HUT Sumpah Pemuda, DPD KNPI PB Gelar Yosim Pancar

0
6240
Sius Dowansiba : Yosim Pancar Wajib Dijaga dan Dilestarikan OAP
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Menjelang hari ulang tahun (HUT) ke-90 tahun Sumpah Pemuda Indonesia yang jatuh pada 28 Oktober 2018. DPD KNPI Papua Barat menyelengarakan Lomba Yospan.
Kegiatan Lomba Yospan yang dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Sanggeng sekira pukul 11.30 WIT dibuka langsung Ketua DPD KNPI Papua Barat, Sius Dowansiba. Lomba tersebut disaksikan ratusan penonton dan pendukung dari masing-masing peserta.
DPD KNPI Papua Barat bersama peserta Yospan//RED
Ketua DPD KNPI Papua Barat, Sius Dowansiba dalam sambutannya mengatakan perlombaan Yospan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Papua terlebih khusus ini ajang dimana pemuda dan pemudi papua bisa menunjukan bakat sebagai penari atau penerus Yospan yang diwariakan leluhur bangsa Papua.
“Kami harap para peserta jangan hanya menganggap kegiatan ini sebagai ajang untuk mencari juara, tapi tunjukan diri dan karya sebagai penerus regenerasi papua yang mampu melestarikan budaya kami,”ujar Sius Dowansiba.
Menurutnya, Yosim Pancar (Yospan) ini merupakan tarian budaya orang Papua yang wajib di jaga dan dilestarikan semua orang asli Papua dimana saja berada di Tanah Papua.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-90 Sumpah Pemuda Indonesia, Yustinus Meidodga menyampaikan Yospan merupakan warisan yang tinggalkan kepada generasi Papua untuk dilestarikan dan dikembangkan.
Perlombagaan Yospan ini di ikuti 15 peserta. yakni Baruresa, Rumbers, Mambefor, Remesta, Mambo, Haleluya Gruop I, Haleluya Gruop II, Papua Bangsawan, Pambors, Mambobimbo, Karang Taruna Fanindi Pantai, Papua Melanesia, Mot Show, dan Fanimo 73.
“Yospan adalah tarian adat yang mewakili semua suku yang ada di tanah papua. dimana Yospan ini sudah terkenal ditingak nasional, tegional, dan internasional,”ujar Ketua Panitia.
Menurutnya bahwa ajang atau perlombaan ini bukan dilaksanakan untuk persaingan budaya dan mencari pemenang, tetapi untuk melestarikan budaya Yospan.
“Ini bagian dari refleksi budaya, maka kami berharap kepada para peserta agar tidak saling bersaing dalam ajang tersebut. Tetapi mari sama-sama kita saling memotivasi dan mendukung agar generasi papua untuk terus melestarikan budaya Papua,”tutup Meidodga. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here