Sikapi Perang Suku di Yahukimo, Mahasiswa Angkat Bicara

Mahasiswa Yahukimo Kota Studi Manokwari//RED
MANOKWARI, Papuabaratonline.com – Menyikapi peristiwa perang suku yang terjadi di Kabupaten Yehukimo, Provinsi Papua pada 5 Oktober 2018 lalu. Mahasiswa Yehukimo asal Kota Studi Manokwari angkat bicara.
Ketua Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Kabupaten Yahukimo Kota Studi Manokwari, Uten Balingga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo segera menghentikan dan menyelesaikan pertikaian antar suku Kimyal dan Hubla.
Mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari//RED
“Pemerintah provinsi papua, segera mengamankan perang suku di Kabupaten Yahukimo dan kami menuntut kepada kepala suku tokoh pereja, pemuda, dan perempuan segera mencari solusi untuk perang suku di Yahukimo,”ujar Uten Balingga, Ketua Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Kabupaten Yahukimo Kota Studi Manokwari melalui press releasenya yang diterima papuabaratonline, Rabu (10/10/2018)
Kemudian, Uten Balingga meminta kepada pihak aparat keamanan agar mengamankan perang suku sesuai dengan peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami juga meminta kepada pemerintah kabupaten Yahukimo, untuk menetapkan dalam perda terkait poin-poin yang tegas terkait dengan peristiwa Yahukimo yang melibatkan dua suku tersebut,”ucap dia.
Berikutnya, Pemkab Yahukimo diminta tegas sesuai dengan Motto Kabupaten Yahukimo, yaitu damai sejahtera.
Kemudian, Bupati dan Wakil Bupati diminta menunjukkan sikap sebagai seorang pemimpin dan menghilangkan paradigma perbedaan pendapat dalam menjalankan roda pemerintahan, karena perbedaan ditingkat pemimpin sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Sehingga terjadi konflik horizontal di tingkat masyarakat sipil.
“Kami meminta kepada pemerintah agar segera mengadakan dialok dengan semua unsur pimpinan yang ada di Yahukimo demi menciptakan kedamaian masyarakat Yahukimo,”tuturnya.
Disamping itu, menurutnya, yang disebut dengan perang antar kampung atau perang suku dulu sejak tahun 1960-an bola ada menurut cerita orang tua. Tetapi setelah pemekaran Kabupaten Yahukimo dan masa kepemimpinan sekarang sudah berturut-turut melakukan perang suku maka bukanlah masyarakat yang salah tetapi pemerintah yang salah. Karena tidak ada ketegasan aktor-aktor kedua bela pihak.
“Pesan dari kami mahasiswa Yahukimo kota studi Manokwari, jangan membunuh saudaramu dengan sekampang itu tetapi pikir bahwa kulit hitam, keriting rambut itu kita org papua,”tutup Balingga. [RED/RW]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here