Polda Papua Barat Amankan Kayu Diduga Hasil Pembalakan Liar

0
2769
Kayu sitaan dugaan pembalakan liar di Kabupaten Teluk Bintuni.(foto/nic)

PBOnline.CO, BINTUNI – Kepolisian Polda Papua Barat, mengamankan sejumlah tumpukan kayu yang diduga hasil pembalakan liar (illegal logging) di Kampung Taroi, Distrik Taroi, Kabupaten Teluk Bintuni.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus, AKBP Budy Santosa, kepada wartawan, Jumat (16/3/2018), mengungkapkan masalah penanganan kayu di Distrik Taroi sejauh ini belum ada tersangka. Akan tetapi, kayu-kayu tersebut telah diamankan.

“Dugaan kasus pembalakan liar di Distrik Taroi, masuk dalam area hutan lindung dan telah berlangsung sejak bulan September 2017 hingga Februari 2o18,” ungkapnya.

Dijelaskan, awal penyidikan dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat setempat yang curiga dengan aktifitas penebangan. Atas laporan ini, Direktorat Reskrimsus, Subdit Tipiter, bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Teluk Bintuni, telah melakukan penyelidikan dan hasilnya didapati ada proyek pembangunan jalan yang disertai penebangan.

“Ada kesalahan prosedur, dimana pelaksana pekerjaan proyek jalan, yakni PT. Nurhasana Karya Abadi, justru ikut menebang pohon dan disalurkan kepada PT. Kharisma Chadra Kencana sebagai industri pengelolaan kayu,” ujarnya.

“Seharusnya hal ini tidak boleh dilakukan, karena tidak memiliki ijin mengenai kawasan hutan. Sehingga kita masih dalami apa hubungan antara kedua PT ini. Apakah proses pekerjaan hanya jual jasa atau dikerjasamakan atau dijual,” terangnya.

Ditambahkan, kasus ini juga dianggap masuk dalam perkara dugaan tindak pidana di bidang kehutanan, yaitu melakukan penebangan tanpa ijin dari pejabat yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 ayat 3 huruf b,UU No 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan, perusakan hutan, Junto pasal 50 ayat 3 huruf e, Junto pasal 78 ayat 5 UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan,junto pasal 55 KUHP.(nic)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here