Warga Keluhkan Kinerja PLN Cabang Bintuni

Ilustrasi

PBOnline.COM, BINTUNI – Warga di Kabupaten Teluk Bintuni, mengeluhkan kinerja PLN setempat dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat. Pasalnya, PLN dinilai sering melakukan pemadaman, yang berujung pada banyaknya peralatan elektronik warga yang rusak.

Salah satu Warga SP V inisial SJ, meminta PLN harus bersikap profesional dalam mengatasi kelistrikan, sehingga masyarakat tidak resah dan dirugikan akibat pemadaman bergilir maupun pemadaman total atau Black Out. “Pemadaman yang tidak terjadwal ini menyebabkan peralatan elektronik warga menjadi rusak,” ungkapnya.

Keluhan terhadap kinerja PLN juga diungkapkan warga lainnya. Mereka mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan PLN. Bahkan menunding beberapa peristiwa kebakaran yang terjadi, ada hubungannya dengan pemadaman listrik tersebut.

Namun hal ini dibantah Sapri, Manejer PLN Rayon Bintuni. Sapri mengakui terkait pemadaman adalah menjadi tanggung jawab PLN, mengingat saat ini PLN sedang diperhadapkan dengan kondisi mesin yang terbatas dari segi kapasitas.

“Pemadaman yang dilakukan sejak beberapa hari terakhir akibat gangguan satu unit mesin dengan kapasitas 500 Kw dan sementara masih menunggu motor staternya,” sebut Sapri.

“Kami masih menunggu pengiriman dari Manokwari. Jika bisa diperbaiki, kemungkinan besok atau lusa sudah bisa masuk sistem, dan terkait kebakaran harus dilihat apakah itu karena listrik atau lilin. Jadi tidak serta merta kebakaran akibat pemadaman aliran listrik ini,” ucap Sapri.

Sementara, keinginan masyarakat selaku konsumen untuk memperoleh pelayanan maksimal soal kelistrikan, telah diatur dalam Undang-undang No. 30 tahun 2009, tentang ketenagalistrikan.

Pasal 29(1), disebutkan konsumen berhak mendapat layanan yang baik, mendapat tenaga listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Konsumen juga memperoleh tenaga listrik yang menjadi haknya dengan harga yang wajar.

Selain itu, konsumen berhak mendapat layanan untuk perbaikan apabila ada gangguan tenaga listrik dan mendapat ganti rugi, dan atau kelalaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam perjanjian jual beli tenaga listrik.(nic)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here