Wujud Toleransi, Umat Muslim Kaimana Sambut Pastor Zakarias

0
6679
Prosesi penyambutan Pastor Zakharias Sandy Ohoiledwarin, Projo, di Bandar Udara Utarom, Kaimana.(foto/sik)

PBOnline.COM, KAIMANA – Toleransi antar umat beragama di Kaimana bukan sekedar slogan. Jumat (23/2/2018), umat Islam di wilayah ini, diwakili kelompok Hadrat dan Tari Syahwat, bersama umat Kristen katolik dan Protestan, menyambut kedatangan Pastor Zakharias Sandy Ohoiledwarin, Projo, yang akan menggelar misa sulung pasca ditahbis pada 3 Februari 2018.

Selain kelompok Hadrat dan Tari Syahwat, hadir juga ditengah umat Katolik, tokoh PBNU Kaimana, yang juga merupakan Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, S.Sos,MH, sekaligus mewakili pemerintah daerah.

Wabup, dalam arahan singkatnya menyampaikan selamat datang kepada Pastor Zakharias. Menurut Wabup, kehadiran Pastor ini merupakan bukti sejarah bahwa para leluhur telah mewariskan nilai-nilai kebaikan bagi generasi penerus dengan hadirnya imam baru yang dibesarkan diatas tanah Kaimana.

Dikatakan Wabup, lahirnya imam baru dari bumi 1001 senja Kaimana, tidak terlepas dari peran serta para tokoh agama dan para pendidik dari Kei, yang merupakan tanah asal orangtua Pastor. Kehadiran orang Kei, ini ikut mengangkat harkat dan martabat orang Kaimana menjadi sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Mewakili pemerintah daerah dan masyarakat dari Pigo sampai Ures, kami menyampaikan selamat datang kepada Imam baru Pastor Zakharias Sandy Ohoiledwarin, Projo. Semoga kehadiran Pastor bisa mendorong percepatan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan,” ujar Wabup.

Kesempatan terpisah, Koordinator Hadrat dan Tari Syahwat, Hatta Puarada mengatakan, keikutsertaan mereka dalam menyambut kadatangan Pastor, dilakukan atas inisiatif sendiri, sebagai bentuk ungkapan kegembiraan, sekaligus menunjukkan rasa persaudaraan dan kebersamaan sebagai orang Kaimana yang tidak mengenal perbedaan.

“Kita orang Papua, khususnya di Kaimana, baik Kristen Protestan, Katolik dan Islam, tidak akan terpisahkan satu sama lain. Keikutsertaan kami menjemput Pastor ini merupakan wujud dari kebersamaan dan persaudaraan itu,” tuturnya.

“Harapan kami semoga kehadiran Pastor bisa memotivasi, sekaligus membina umat di Kaimana, untuk sama-sama menuju ke jalan yang baik,” pungkasnya.

Pastor Zakharias yang dilahirkan dari orangtua asal Kei pada 16 Mei 1988 ini, menamatkan pendidikan TK, SD dan SMP di Kaimana, tepatnya di Pulau Adi Distrik Buruway. Kemudian melanjutkan studi di Seminari Menengah Santo Yudas Tadeus Langgur dan kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Pineleng, Sulawesi Utara.

Ia merupakan Pastor kedua asli Kaimana, setelah Pater Paul Tan, PR. Ia ditahbiskan di Ambon oleh uskup Mgr. P.C. Mandagi, M.Sc pada 3 Februari 2018. Setelah misa perdana di Gereja Santo Martinus Kaimana, Minggu 25 Februari, ia akan kembali ke Ambon, menjalankan karya Pastoralnya di wilayah Keuskupan Amboina. (sik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here