Tak Ada Efek Jerah, Perda Miras Harus Direvisi

Ilustrasi

PBOnline.COM, MANOKWARI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, diminta melakukan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2006 tentang larangan minuman keras (miras).

Demikian hal ini disampaikan Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, melalui Kasat Narkoba, Iptu. Jamhri kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut Kasat Narkoba, Perda tentang larangan miras tersebut harus direvisi karena tidak memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang dilakukan oleh para pemasok minuman keras.

“Perdanya bisa dikatakan maksimal, hanya saja hukuman di dalam Perda terlalu ringan dan tidak akan ada efek jerah bagi para pelaku miras,” kata Iptu Jamhari.

Dicontohkan, para pelaku yang ditangkap saat membawa miras berjenis vodka atau wiski, hanya dikenakan tindak pidana ringan (tipiring), dimana hukumannya 3 bulan dan denda sekitar Rp30 juta.

“Meski masukin satu karton maupun satu kontoner miras berlebel hukumannya sama saja, makanya para pemasok minuman berlebel ini macam tidak ada efek jerah untuk mereka,”sebut Jamhari.

Oleh sebab itu, menurut dia, alangkah baiknya Perda tersebut harus di revisi, agar ada efek jerah kepada para pemasok ada.

“Kalau minuman oplosan, seperti cap tikus dan lainnya, saya pikir hukumannya sudah cukup berat karena undang-undang pangan yang dikenakan bukan Perda miras,”jelas dia.

Dicecar mengenai ketelibatan pihak Satnarkoba dalam peneparapan Perda tersebut, Jamhari mengaku, pihaknya memang terlibat secara langsung, namun anggaran yang digunakan adalah anggaran Satnarkoba.(one)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here